PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BNNP Kalteng, Kombes Pol Mada Rostanto, mengungkapkan capaian layanan rehabilitasi narkoba provinsi sepanjang tahun 2025.

Melalui fasilitas rehabilitasi berupa klinik pratama, BNNP Kalteng telah merehabilitasi sebanyak 122 orang penyalahguna narkoba dengan rincian layanan yang disesuaikan tingkat ketergantungan.

Rinciannya, 2 orang dirujuk, 6 orang rawat inap, dan 113 orang rawat jalan berdasarkan hasil asesmen.

Selain itu, pada tahun 2025 BNNP Kalteng juga telah membentuk 33 unit Layanan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dengan melibatkan 30 orang agen pemulihan. Unit ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan rehabilitasi ke tingkat masyarakat.

Dari sisi kualitas layanan, BNNP Kalteng mencatat kinerja yang sangat baik berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025.

Layanan rehabilitasi rawat jalan memperoleh skor 3,71 dengan kategori A (sangat baik), sedangkan layanan rawat inap di Gedung Wirasatya memperoleh skor 3,5 dengan kategori B (baik).

Selain IKM, BNNP Kalteng juga melakukan pengukuran Indeks Kapabilitas Rehabilitasi (IKR) sebagai instrumen untuk memetakan kapabilitas lembaga yang mencakup lima indikator utama.

Hasil pengukuran menunjukkan BNNP Kalteng beserta jajarannya memperoleh skor 3,89 dengan kategori optimal, memastikan layanan berjalan sesuai standar dan kebutuhan klien.

Dampak nyata dari layanan rehabilitasi terlihat pada peningkatan kualitas hidup klien. BNNP Kalteng menargetkan peningkatan sebesar 71,4 persen dan berhasil merealisasikan 78,52 persen melampaui target yang ditetapkan.

Hal ini menunjukkan program rehabilitasi tidak hanya fokus pada penghentian penyalahgunaan, tetapi juga pemulihan fungsi sosial, psikologis, dan kemandirian klien.

Selain pemulihan, bidang rehabilitasi juga menghadirkan terobosan pelayanan prima melalui penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) dengan waktu pelayanan kurang dari 30 menit.

"Sepanjang tahun 2025, sebanyak 1.416 SKHPN telah diterbitkan, dengan hasil 1.395 orang negatif dan 21 orang positif narkoba," pungkasnya. (PATHUR/R)