BORNEONEWS, Palangka Raya - Jelang tutup tahun anggara 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palangka Raya bersama Pemerintah Kota (Pemko) menggelar rapat badan anggaran di kantor DPRD, Senin, 29 Desember 2025.
Acara yang menjadi bagian dari siklus pengawasan keuangan daerah ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD, anggota dewan seluruh fraksi, serta perwakilan eksekutif.
Rapat ini ditujukan untuk meninjau realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 serta merumuskan langkah-langkah penyesuaian jika diperlukan menjelang tahun baru.
Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD, pihak eksekutif menyampaikan laporan progres pelaksanaan program dan kegiatan yang dianggarakan sepanjang tahun.
Diungkapkan bahwa sebagian besar program strategis, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan penanganan kemiskinan, telah berjalan sesuai rencana.
Namun, terdapat beberapa poin yang membutuhkan perhatian lebih, terutama terkait efisiensi penggunaan anggaran di beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah).
Anggota DPRD Palangka Raya yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Khemal Nasery, menyampaikan pandangannya dalam rapat tersebut.
Menurutnya, realisasi APBD 2025 menunjukkan kemajuan yang positif, tetapi perlu ada sinergi yang lebih erat antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan semua alokasi anggaran benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Kita harus memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar terarah ke program yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga," ujar Khemal, Senin, 29 Desember 2025.
Khemal juga menyoroti pentingnya evaluasi mendalam terhadap program-program yang kurang optimal. Ia mengusulkan agar dalam beberapa minggu ke depan, DPRD melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi yang menjadi prioritas pembangunan.
"Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, kita bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang efektivitas program dan mengumpulkan aspirasi masyarakat yang masih belum terpenuhi," jelasnya.
Selain meninjau realisasi APBD 2025, rapat juga membahas gambaran awal rancangan program untuk APBD 2026. Pihak Pemko menyampaikan beberapa prioritas utama, antara lain peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), penguatan infrastruktur prasarana, dan peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan.
Pihaknya menyatakan akan memberikan masukan konstruktif untuk menyempurnakan rancangan tersebut agar lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.
Rapat badan anggaran yang berjalan produktif itu diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk segera menindaklanjuti semua kesimpulan.
Kedua pihak sepakat untuk bekerja sama lebih erat dalam memastikan pelaksanaan anggaran yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
"Harapannya, dengan evaluasi yang baik pada akhir tahun ini, Palangka Raya akan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di tahun 2026," tutup Khemal. (MARINI/j)









