BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah menmberi catatan akhir tahun terkait seluruh ekspor Kalimantan Tengah selama Januari hingga Oktober 2025 masih didominasi komoditas nonmigas. Nilai ekspor tercatat mencapai US$2.890,41 juta, namun mengalami penurunan sebesar 11,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai US$3.249,88 juta.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengatakan meski secara nilai mengalami kontraksi, total volume ekspor justru menunjukkan tren positif.
“Total volume ekspor Kalimantan Tengah pada Januari–Oktober 2025 meningkat sebesar 1,61 persen dibandingkan Januari–Oktober 2024,” ujarnya pada Senin, 29 Desember 2025.
Agnes menjelaskan, penurunan nilai ekspor lebih dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas di pasar global, terutama pada sektor pertambangan. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap kinerja ekspor daerah yang masih bertumpu pada komoditas primer.
Pada sektor industri pengolahan, kinerja ekspor Kalimantan Tengah justru menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat. Selama Januari–Oktober 2025, nilai ekspor hasil industri pengolahan mencapai US$758,20 juta atau berkontribusi sebesar 26,23 persen terhadap total nilai ekspor.
“Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024, ekspor hasil industri pengolahan meningkat sebesar US$218,33 juta atau naik 40,44 persen,” jelas Agnes.
Komoditas utama ekspor industri pengolahan tersebut antara lain minyak kelapa sawit, karet remah, kayu olahan, kayu lapis, bungkil dan residu, serta kimia dasar organik berbasis hasil pertanian.
Sementara itu, sektor pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar nilai ekspor Kalimantan Tengah. Nilai ekspor hasil tambang selama Januari–Oktober 2025 tercatat sebesar US$2.109,02 juta dengan kontribusi mencapai 72,97 persen dari total nilai ekspor.
Namun demikian, Agnes mengungkapkan nilai ekspor hasil tambang mengalami penurunan cukup dalam.
"Dibandingkan Januari–Oktober 2024, ekspor sektor ini turun sebesar US$585,63 juta atau 21,73 persen, dari sebelumnya US$2.694,65 juta," katanya.
Adapun komoditas utama ekspor hasil tambang Kalimantan Tengah sepanjang Januari–Oktober 2025 meliputi batu bara, bijih zirconium, niobium dan tantalum, lignit, bahan mineral lainnya, bijih titanium, serta zirconium silikat. (TESTI PRISCILLA/j)









