PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja sektor Perusahaan Pembiayaan di Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren positif hingga Oktober 2025. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah dalam rilis industri jasa keuangan triwulan IV Kalteng pada Desember 2025 mencatat adanya peningkatan piutang pembiayaan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Asisten Direktur Senior Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada, menyampaikan total piutang Perusahaan Pembiayaan per Oktober 2025 mencapai Rp9,36 triliun.

“Jumlah tersebut meningkat sebesar Rp285,01 miliar atau tumbuh 13,94 persen secara year on year dibandingkan Oktober 2024 yang tercatat sebesar Rp8,21 triliun,” ujar Andrianto pada Senin, 29 Desember 2025.

Ia menjelaskan, pertumbuhan piutang ini mencerminkan masih terjaganya permintaan pembiayaan di tengah dinamika ekonomi, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif masyarakat di daerah.

Dari sisi kualitas pembiayaan, OJK Kalteng juga mencatat kondisi yang relatif sehat. Tingkat Non Performing Financing (NPF) Perusahaan Pembiayaan di Kalimantan Tengah tercatat sebesar 1,47 persen.

"Rasio NPF tersebut masih berada pada level aman dan menunjukkan manajemen risiko yang cukup baik dari Perusahaan Pembiayaan yang beroperasi di Kalimantan Tengah," katanya.

OJK Kalimantan Tengah akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan serta mendorong penerapan prinsip kehati-hatian guna menjaga stabilitas sektor Perusahaan Pembiayaan dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah. (TESTI PRISCILLA/j)