BORNEONEWS, Banjarmasin - Kemacetan parah terjadi di jalur Bypass Mali-Mali atau Jalur Martapura - Mataraman pada arus balik jemaah Momen 5 Rajab Sekumpul, Senin, 29 Desember 2025. Kepadatan kendaraan dilaporkan berlangsung selama berjam-jam, membuat ribuan jemaah terjebak tanpa kepastian waktu tempuh.
Kondisi paling memprihatinkan dialami jemaah yang melintas di kawasan Bypass Mali-Mali, tepatnya setelah Jembatan Mali-Mali. Arus lalu lintas nyaris tidak bergerak, sementara banyak jemaah kehabisan bekal makanan dan minuman.
Melalui pesan berantai yang diterima relawan, sejumlah warga dan jemaah meminta informasi terkait posko dapur umum yang masih memiliki stok nasi bungkus. Mereka berharap bantuan segera disalurkan karena kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan.
“Info adakah masih dapur yang ada stok nasi bungkus. Kasihan di jalan bypass Mali-Mali, banyak anak-anak kelaparan,” tulis salah satu pesan permintaan bantuan.
Relawan di lapangan mengaku prihatin melihat jemaah, terutama anak-anak, yang terlihat mencari makanan di tengah kemacetan. Beberapa jemaah bahkan tampak lemas karena belum makan sejak siang akibat terjebak macet yang tak kunjung terurai.
Selain kelaparan, kondisi kemacetan yang berlangsung lama juga memicu kelelahan dan emosi para pengguna jalan. Klakson kendaraan saling bersahutan, sementara cuaca yang lembap menambah berat situasi bagi jemaah yang melakukan perjalanan jauh.
Relawan dan masyarakat pun mengimbau posko-posko dapur yang masih beroperasi untuk segera mengarahkan bantuan ke jalur Bypass Mali-Mali. Informasi keberadaan posko yang masih buka sangat dibutuhkan guna meringankan beban jemaah yang hingga malam hari masih terjebak dalam arus balik Sekumpul. (SABRIANOOR/j)









