PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi telah melakukan kegiatan pemantauan debit air di daerah aliran Sungai Kahayan.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memantau perkembangan kondisi sungai dan mengantisipasi potensi bencana banjir.

Para petugas BPBD menempatkan titik pantau di empat lokasi berbeda, yaitu Jalan Sakan, Jalan Mendawai, Jalan Anoi, dan Jalan Riau.

Pemilihan titik-titik ini disesuaikan dengan kawasan yang berpotensi terkena dampak perubahan debit air Sungai Kahayan.

Hasil pemantauan yang diperoleh menunjukkan adanya kenaikan debit air sebesar 30 hingga 35 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya," Selasa, 30 Desember 2025.

Meskipun terjadi kenaikan debit air, aktivitas sehari-hari warga di seluruh kawasan titik pantau masih berjalan normal. Tidak ada laporan gangguan signifikan yang mempengaruhi pekerjaan, sekolah, atau kegiatan lainnya warga.

Di salah satu titik pantau, yaitu Jalan Anoi, tercatat adanya genangan air yang menutupi jalan sepanjang 50 meter. Namun, genangan tersebut masih dalam kondisi yang dapat dilalui kendaraan dan pejalan kaki tanpa kesulitan.

BPBD Palangka Raya menyatakan akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap debit air Sungai Kahayan.

"Hal ini untuk memastikan bahwa setiap perubahan kondisi dapat segera ditangani dan informasi diberikan kepada masyarakat secara tepat waktu," pungkasnya. (PATHUR/R)