BORNEONEWS, Sampit – Sepanjang tahun 2025, Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah menyalurkan 100 ribu bibit ikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di berbagai wilayah, sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan budidaya dan menjaga ketersediaan ikan sebagai sumber protein hewani bagi masyarakat.
“Diskan terus memperkuat peran sektor perikanan budidaya sebagai penopang ketersediaan protein hewani sehat bagi masyarakat.” kata JF Polkeskan Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kotim, Fahrul Jainal Ilmi, Selasa, 30 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa program tersebut sejalan dengan dukungan pemerintah daerah terhadap program Makan Bergizi (MBG), terutama dalam memastikan pasokan ikan yang mudah dijangkau masyarakat.
“Diskan mendukung program MBG untuk penyediaan protein hewani yang sehat, khususnya di wilayah utara, seperti Kecamatan Parenggean dan sekitarnya,” imbuhnya.
Perikanan budidaya menjadi sektor strategis dalam pemenuhan gizi masyarakat. Wilayah utara, termasuk Parenggean, memiliki potensi besar untuk pengembangan budidaya ikan.
Pada tahap distribusi terbaru yang dilakukan Senin (29/12), Diskan Kotim menyalurkan 50 ribu bibit ikan nila, patin, dan lele ke Kelurahan Parenggean, Desa Mekar Jaya, dan Desa Rantau Katang. Bantuan ini melengkapi penyaluran sebelumnya pada akhir Oktober 2025 yang jumlahnya sama.
Sebelumnya, bibit ikan tersebut juga didistribusikan ke Pokdakan di Kecamatan Parenggean, Baamang, Telawang, Teluk Sampit, dan Mentaya Hilir Utara, termasuk Desa Beringin Tunggal Jaya, Kelurahan Baamang Barat, Kelurahan Baamang Hulu, Desa Sumber Makmur, Desa Regei Lestari, dan Desa Sebabi.
Menurut Fahrul, penyaluran bibit ikan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi ikan, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan.
“Kami ingin kelompok pembudidaya mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, sehingga hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” tuturnya.
Program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor perikanan budidaya di Kotim dan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dengan penyediaan protein hewani yang terjangkau dan sehat bagi masyarakat. (DEVIANA/R)








