PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah mencatat sebanyak 982 kejadian bencana sepanjang 2025. 

Jumlah ini tercatat hingga tanggal 27 Desember 2025, menunjukkan tingkat aktivitas bencana yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPB-PK Kalteng, Indra Wiratama, mengkonfirmasi data tersebut dalam keterangan resmi. Menurutnya, sebagian besar bencana yang terjadi termasuk dalam kategori bencana alam jenis hidrometeologi. 

"Bencana alam mendominasi adalah hidrometeologi dengan urutan bencana karhutla, banjir, dan tanah longsor," ungkap Indra, Selasa, 30 Desember 2025.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana yang paling banyak terjadi di Kalteng tahun ini. Kondisi musim kemarau yang panjang dan keringnya lahan menjadi faktor utama yang memperparah terjadinya karhutla, yang tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Selain karhutla, banjir juga menjadi salah satu bencana yang sering melanda provinsi ini. Banjir yang terjadi terutama akibat hujan lebat yang terus-menerus, yang menyebabkan limpasan sungai dan tergenangnya daerah pemukiman warga.

Beberapa daerah rawan banjir di Kalteng bahkan mengalami kejadian banjir lebih dari satu kali selama tahun ini.

Tanah longsor menempati posisi ketiga dalam daftar bencana yang sering terjadi. Kejadian ini banyak terjadi di daerah dataran tinggi atau lereng yang tidak stabil, terutama setelah hujan lebat yang menyebabkan erosi tanah. 

"Kami dari BPB-PK Kalteng telah melakukan pemantauan terhadap daerah rawan longsor untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan," tambahnya.

BPB-PK Kalteng katanya menyatakan akan terus meningkatkan upaya kesiapsiagaan, penanggulangan, dan pemulihan bencana di tahun mendatang. 

"Selain itu juga mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran tentang pencegahan bencana agar jumlah kejadian bencana di Kalteng dapat berkurang pada tahun depan," tutupnya. (MARINI/R)