BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menayangkan video capaian kinerja sepanjang tahun 2025 dalam sesi taklimat media.
Kepala Balai Bahasa Kalteng, Sukardi Gau, memaparkan berbagai program kebahasaan, layanan publik, inovasi digital, dan strategi penguatan penggunaan bahasa negara.
Revitalisasi bahasa daerah dipastikan akan kembali berlangsung pada tahun depan sehingga pengembangan, pelindungan, dan pelestarian bahasa daerah akan terus berkelanjutan. Sebanyak 13 kabupaten dan 1 kota berpartisipasi dalam program revitalisasi tersebut.
Sukardi menegaskan bahwa bahasa daerah adalah identitas yang harus dijaga. “Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga warisan budaya yang harus kita rawat bersama,” kata Sukardi pada Selasa, 30 Desember 2025.
Selain itu, Balai Bahasa Kalteng juga telah menerbitkan kamus-kamus bahasa daerah dalam bentuk digital. Kosakata seperti mandau dan huma betang bahkan sudah tercatat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
KBBI adalah rumah bagi 718 bahasa daerah di Indonesia. “Kami ingin bahasa daerah Kalimantan Tengah menjadi bagian dari rumah besar bahasa Indonesia,” katanya.
Dengan capaian ini, Balai Bahasa Kalteng berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya bahasa sebagai identitas bangsa. “Bahasa adalah jati diri kita, mari kita rawat bersama,” pungkas Sukardi.(TESTI PRISCILLA/R)









