PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian bahasa daerah dengan menerbitkan kamus-kamus digital.

Sejak 2011, lembaga ini telah menyusun 13 kamus, mulai dari kamus dwibahasa daerah-Indonesia hingga kamus kuliner dan istilah.

Kepala Balai Bahasa Kalteng, Sukardi Gau menyampaikan bahwa digitalisasi kamus merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

“Kami ingin masyarakat lebih mudah mengakses kosakata bahasa daerah, sehingga bahasa itu tetap hidup di tengah arus modernisasi,” kata Sukardi pada Selasa, 30 Desember 2025.

Kosakata khas Kalimantan Tengah seperti mandau dan huma betang bahkan sudah tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI. Menurut Sukardi, hal ini menunjukkan bahwa bahasa daerah memiliki kontribusi nyata terhadap bahasa nasional.

KBBI saat ini menjadi rumah bagi 718 bahasa daerah di Indonesia. “Bahasa daerah Kalimantan Tengah adalah bagian dari rumah besar bahasa Indonesia. Kami bangga bisa berkontribusi,” katanya.

Dengan adanya kamus digital, Balai Bahasa Kalteng berharap generasi muda semakin tertarik mempelajari bahasa daerah.

“Teknologi harus menjadi sahabat pelestarian bahasa, bukan ancaman,” tegas Sukardi.(TESTI PRISCILLA/R)