PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program revitalisasi bahasa daerah yang digagas Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dipastikan akan berlanjut pada tahun 2026. Kepala Balai Bahasa Kalteng, Sukardi Gau menegaskan bahwa program ini melibatkan 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah.

“Revitalisasi ini bukan hanya soal bahasa, tetapi juga soal identitas budaya. Bahasa daerah adalah warisan yang harus kita rawat bersama,” ujar Sukardi pada Selasa, 30 Desember 2025.

Program revitalisasi dilakukan melalui pelatihan, dokumentasi, dan publikasi bahasa daerah. Sukardi menekankan bahwa masyarakat harus dilibatkan secara aktif agar bahasa daerah tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberhasilan revitalisasi bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat.

“Bahasa daerah harus hidup, bukan sekadar tersimpan di buku,” katanya.

Dengan langkah ini, Balai Bahasa Kalteng berharap bahasa daerah Kalimantan Tengah tetap lestari di tengah arus globalisasi.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan kebanggaan terhadap bahasa ibu mereka,” pungkas Sukardi. (TESTI PRISCILLA/j)