BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kalteng, Erwan Suryono, menyoroti dominasi kredit non-UMKM di bank umum. Nilainya mencapai Rp34,39 triliun atau 64,80 persen dari total penyaluran kredit.
Sementara itu, kredit untuk UMKM masih tertinggal. Kredit mikro tercatat Rp8,87 triliun, kecil Rp6,43 triliun, dan menengah Rp3,84 triliun.
“Porsinya masih jauh di bawah kredit non-UMKM,” kata Erwan pada Selasa, 30 Desember 2025.
Erwan menegaskan, UMKM seharusnya mendapat porsi lebih besar karena menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“UMKM menyerap tenaga kerja dan menopang ekonomi lokal,” katanya lagi.
Menurutnya, bank harus lebih proaktif menyalurkan kredit ke UMKM.
“Kami dorong agar bank memberikan akses lebih mudah bagi pelaku usaha kecil,” jelasnya.
OJK Kalteng juga terus mendorong program inklusi keuangan agar UMKM bisa berkembang.
“Kami ingin UMKM naik kelas dan berkontribusi lebih besar,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/j)









