PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir dalam tiga hari ke depan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra Mukti Wijaya, mengatakan peringatan dini tersebut dikeluarkan menyusul meningkatnya potensi cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang,” ujar Chandra di Palangka Raya, Selasa, 30 Desember 2025.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.

BMKG juga meminta masyarakat di 13 kabupaten dan satu kota tersebut untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem, seperti genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

“Potensi bencana hidrometeorologi perlu diantisipasi sejak dini, terutama di daerah rawan,” katanya.

Chandra menjelaskan, sebelum terjadinya hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir, biasanya akan tampak pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB) yang berwarna gelap.

Ia menambahkan, aktivitas Gelombang Rossby Ekuator yang terpantau aktif di wilayah Kalimantan bagian selatan turut berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan, termasuk di Kalimantan Tengah.

Selain itu, adanya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di wilayah Kalteng serta kondisi kelembaban udara yang cukup tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat semakin mendukung terbentuknya awan hujan secara lokal.

“Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi terjadinya hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar segera mencari tempat berlindung yang aman saat melihat tanda-tanda cuaca ekstrem, seperti awan gelap menjulang. Warga juga diminta tidak berteduh di bawah pohon atau berada di area terbuka.

Untuk kondisi cuaca umum, suhu udara di Kalimantan Tengah diperkirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembaban udara 60 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari arah timur hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 5–20 kilometer per jam.

“Saat hujan lebat disertai angin kencang dan petir, sebaiknya masyarakat berlindung di dalam rumah atau bangunan yang aman,” kata Chandra.

Ia juga mengingatkan warga agar menjauhi baliho, papan reklame, serta pohon besar guna menghindari risiko tertimpa atau tersambar petir. Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan lokal berdurasi singkat dengan intensitas tinggi yang dapat memicu angin puting beliung.

BMKG memastikan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca dan menyampaikan informasi terkini sebagai langkah antisipasi bencana.

Untuk mendapatkan pembaruan cuaca, masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui situs BMKG, aplikasi BMKG, serta kanal media sosial BMKG.