BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah menggelar press release khusus untuk mengumumkan capaian kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo sepanjang tahun 2025.
Acara yang diadakan di Aula Jayang Tingang Provinsi Kalteng ini bertujuan sebagai bentuk keterbukaan publik terhadap kinerja yang telah dicapai oleh pemerintah daerah dalam satu tahun terakhir.
Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa capaian yang disampaikan merupakan wujud komitmen Pemprov Kalteng untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, transparansi dalam pelaporan kinerja menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah.
Dalam sektor pendidikan, Pemprov Kalteng mencatatkan capaian signifikan dengan sebanyak 422 sekolah yang telah terdigitalisasi.
Sementara itu, di sektor kesehatan, berbagai program unggulan telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat, dengan jumlah 18.214 warga yang telah menerima pemeriksaan kesehatan gratis.
Integrasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga menunjukkan perkembangan positif, menjangkau 521.338 peserta JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI) serta 43.452 peserta JKN Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Pekerja Bebas (PB).
Layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan meliputi berbagai jenis operasi dan pemeriksaan khusus, antara lain operasi katarak, operasi bibir sumbing, USG kehamilan, mamografi, serta layanan intervensi jantung anak. Selain itu, sebanyak 273 ibu hamil juga telah mendapatkan pemberian asupan gizi tambahan guna mendukung kesehatan ibu dan janin.
Program ini dijalankan melalui 195 Puskesmas yang melaksanakan cek kesehatan gratis, serta diperkuat dengan peningkatan fasilitas pada 55 pos terpadu siaga mudik yang dilengkapi tenaga kesehatan profesional.
Dalam upaya menyelaraskan program dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait penurunan angka stunting, Pemprov Kalteng mencatat perkembangan yang memotivasi.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia tahun 2025, angka stunting di Kalteng turun sebesar 1,4 persen, dari 22,1 persen pada tahun 2024. Untuk tahun mendatang, pemerintah daerah menetapkan target agar angka stunting dapat kembali turun menjadi 20,6 persen melalui berbagai program intervensi gizi yang terintegrasi.
Seluruh capaian yang dicapai di tahun 2025 diarahkan untuk menyiapkan generasi masyarakat lokal Kalteng yang hebat dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
"Pemprov Kalteng berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah di tahun mendatang," pungkasnya. (PATHUR/H)









