SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Tingginya mobilitas penduduk di Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi faktor penting yang menyebabkan angka kemiskinan di daerah tersebut bersifat dinamis. 

"Tingginya mobilitas penduduk membuat angka kemiskinan di Kotawaringin Timur dinamis, " kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim, Eddy Surahman, Selasa, 30 Desember 2025.

Mobilitas tinggi penduduk, terutama perpindahan kerja dan aktivitas ekonomi lainnya. Diketahui Kabupaten Kotawaringin Timur merupakan daerah terbuka.

Hal itu pun memengaruhi dinamika angka kemiskinan yang tidak statis dan bisa berubah dalam waktu singkat.

Dinamika tersebut menunjukkan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan harus bersifat adaptif dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Kotim menargetkan tingkat kemiskinan turun ke angka 5,01 persen pada tahun 2025, sementara  angka kemiskinan yang tercapai pada akhir tahun ini sebesar 5,83 persen. 

"Pemerintah daerah harus terus berupaya meningkatkan program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, dan akses layanan sosial guna menurunkan angka kemiskinan secara signifikan dan berkelanjutan," tuturnya. 

Eddy mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja sama menghadapi tantangan terkait mobilitas penduduk yang memengaruhi dinamika kemiskinan tersebut. (DEVIANA/R)