JEDDAH –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melaksanakan panen raya hasil kebun percontohan yang dipusatkan di Kebun Percontohan PKK, Jalan Ahmad Yani Km 12, Rabu, 31 Desember 2025.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan panen jagung, cabai, dan terong, serta pembagian bibit cabai kepada kader dan masyarakat sebagai upaya memperluas gerakan pemanfaatan pekarangan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kobar Nurhidayah, Wakil Bupati Kobar Suyanto, jajaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, pengurus TP PKK, serta para kader PKK dari berbagai wilayah. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan keluarga.

Bupati Kobar, Nurhidayah menyampaikan bahwa kebun percontohan PKK merupakan wujud nyata pemberdayaan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Menurutnya, kebun ini tidak hanya menghasilkan sayuran, tetapi juga menanamkan semangat kemandirian pangan di tengah masyarakat.

“Kebun percontohan ini merupakan simbol kemandirian. Melalui program Hatinya PKK, ibu-ibu telah membuktikan bahwa lahan terbatas pun bisa menjadi sumber gizi yang sehat dan hemat bagi keluarga,” ujarnya

Ia menjelaskan bahwa melalui program Hatinya PKK (Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman), keluarga didorong untuk mengelola pekarangan secara produktif, kreatif, dan berkelanjutan. Hasil panen cabai, terong, dan jagung menjadi bukti bahwa lahan terbatas tetap dapat memberikan manfaat ekonomi dan gizi.

“Apa yang kita panen hari ini harus menjadi contoh yang direplikasi oleh masyarakat di tingkat desa hingga RT,” tambah Nurhidayah.

Nurhidayah berharap keberhasilan kebun percontohan ini dapat ditiru oleh masyarakat hingga ke tingkat desa, kelurahan, bahkan rukun tetangga.

Ia mengajak agar gerakan ini tidak berhenti sebagai program seremonial, melainkan berkembang menjadi kebiasaan positif di setiap rumah tangga.

Menurutnya, jika semakin banyak keluarga mampu memproduksi kebutuhan sayur secara mandiri, maka hal itu akan berdampak pada stabilitas harga pangan dan turut membantu menekan laju inflasi daerah.

“Jika satu rumah tangga mampu memanen cabai, terong, dan sayuran sendiri, maka kita telah membantu menekan laju inflasi daerah,” katanya.

Selain itu, hasil panen dari kebun percontohan dinilai lebih sehat karena dihasilkan melalui pengelolaan yang ramah lingkungan dengan penggunaan pestisida kimia yang minimal, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi keluarga.

Nurhidayah juga menegaskan bahwa program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui penyediaan pangan bergizi yang mudah diakses oleh masyarakat.

Sebagai penutup, Bupati Kobar, Nurhidayah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum panen ini sebagai pemicu untuk terus mengembangkan pertanian perkotaan atau urban farming. 

Ia berharap kemandirian pangan dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kotawaringin Barat secara berkelanjutan.(NURITA/R)