KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banjarmasin mencatat telah melaksanakan sebanyak 52 operasi SAR sepanjang tahun 2025.

Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, pada Kamis, 1 Januari 2026, sebagai bentuk laporan kinerja dan evaluasi akhir tahun.

Dari total 52 operasi SAR tersebut, rincian kejadian meliputi kecelakaan penerbangan sebanyak 1 operasi, kecelakaan pelayaran 14 operasi, penanganan khusus nihil, bencana alam 3 operasi, serta kondisi membahayakan manusia (KMM) yang mendominasi dengan 34 operasi.

Dalam pelaksanaan operasi SAR sepanjang 2025, Basarnas Banjarmasin berhasil menangani total 4.090 korban. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.039 orang dinyatakan selamat, 46 orang meninggal dunia, dan 5 orang dinyatakan hilang.

Putu Sudayana menjelaskan bahwa tingginya jumlah operasi KMM menunjukkan masih besarnya potensi kejadian darurat yang melibatkan keselamatan manusia di wilayah kerja Basarnas Banjarmasin, baik di perairan, darat, maupun kawasan terpencil.

Salah satu operasi SAR yang mendapat sorotan luas, baik regional maupun nasional, adalah operasi pencarian Helikopter BK117D3 milik PT Eastindo Air.

Helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak dan kemudian ditemukan jatuh di kawasan hutan Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada September 2025.

Dalam peristiwa tragis tersebut, delapan orang penumpang dan kru dinyatakan meninggal dunia. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi hangus terbakar di antara puing-puing helikopter setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan. Diketahui, di antara korban terdapat warga negara asing (WNA).

Menutup laporan tahunannya, I Putu Sudayana menegaskan komitmen Basarnas Banjarmasin untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. 

“Komitmen kami adalah memberikan pelayanan SAR yang cepat, tepat, dan profesional demi keselamatan jiwa manusia. Terima kasih atas dukungan dan sinergi semua pihak,” pungkasnya. (SABRIANOOR/R)