BORNEONEWS, Medan - Jalur Lintas Sumatera di perbatasan Aceh–Sumatera Utara kembali jadi sorotan. Di ruas jalan yang setiap hari dilalui kendaraan umum dan warga lintas daerah itu, polisi menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar.
Seorang pria berinisial MU (49), warga Kabupaten Aceh Utara, harus mengakhiri perjalanannya lebih cepat. Ia ditangkap personel Unit 4 Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara saat melintas menggunakan angkutan umum, Kamis, 1 Januari 2026.
Penangkapan tersebut berawal dari informasi yang diterima polisi terkait rencana pengiriman sabu-sabu dari Aceh menuju wilayah lain di Sumatera. Jalur perbatasan Aceh–Sumut menjadi sasaran pemantauan karena kerap dimanfaatkan jaringan narkoba lintas provinsi.
Petugas melakukan penyisiran dan pemantauan ketat sejak pagi. Ketika kendaraan yang ditumpangi MU dihentikan dan diperiksa, kecurigaan polisi terjawab. Di dalam tas sandang berwarna hijau, ditemukan lima bungkus sabu-sabu dengan berat total lima kilogram.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi, menyebut MU diduga berperan sebagai kurir dalam jaringan narkoba lintas Aceh, Sumatera Utara, hingga Riau.
“Berdasarkan pengakuan awal, sabu-sabu itu rencananya akan dibawa ke Pekanbaru atas perintah seseorang berinisial PON yang berada di Aceh Utara,” kata Andy.
Untuk menjalankan aksinya, MU dijanjikan imbalan Rp20 juta. Selain narkotika, polisi juga menyita barang bukti lain berupa telepon genggam, tiket angkutan umum, selimut, serta barang pribadi milik pelaku.
Andy menegaskan, pengungkapan ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak memberi ruang bagi peredaran narkotika, khususnya di wilayah Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan sejumlah provinsi.
“Sepanjang 2026, kami akan terus melakukan penindakan dan pengembangan kasus untuk membongkar jaringan yang lebih luas,” ujarnya.
Saat ini, MU masih menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi juga memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
Di jalur yang sama, aktivitas lalu lintas kembali berjalan seperti biasa. Namun bagi aparat, pengawasan tetap diperketat—karena satu perjalanan bisa membawa dampak besar bagi keselamatan banyak orang.
ANTARA









