JAKARTA –

BORNEONEWS, Istanbul – Pemerintah Yaman mengancam akan mengambil langkah militer jika Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) tidak segera menarik seluruh pasukannya dari Provinsi Hadramaut, wilayah strategis di bagian timur negara tersebut.

Ancaman itu disampaikan Gubernur Hadramaut Salem Al-Khanbashi pada Kamis (2/1/2026). Ia menegaskan bahwa keberadaan pasukan STC di wilayahnya tidak dapat diterima dan berpotensi memicu konflik bersenjata.

“Masalah ini belum selesai karena STC belum menarik pasukannya. Mereka hanya memiliki dua pilihan: menarik diri sepenuhnya dan tanpa syarat, atau menghadapi konfrontasi militer,” kata Al-Khanbashi dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Arab Saudi, Al-Ekhbariya.

Al-Khanbashi menuding STC berupaya menguasai sumber daya minyak di Hadramaut, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil energi penting di Yaman. Ia juga meragukan kemungkinan penarikan pasukan dilakukan secara damai.

Ketegangan di wilayah Yaman selatan dan timur meningkat sejak bulan lalu setelah pasukan STC merebut kendali atas Provinsi Hadramaut dan Al-Mahra usai bentrokan bersenjata dengan pasukan pemerintah. Kedua provinsi tersebut secara geografis mencakup hampir setengah dari luas wilayah Yaman, sehingga memiliki nilai strategis tinggi.

Situasi semakin memanas ketika Arab Saudi pada Selasa (31/12) menuduh Uni Emirat Arab (UEA) mendorong STC melakukan operasi militer di sepanjang perbatasan selatan Kerajaan. Tuduhan itu dibantah oleh pihak UEA yang menyatakan tetap berkomitmen menjaga keamanan Arab Saudi.

Pada hari yang sama, Dewan Kepresidenan Yaman mengambil langkah tegas dengan membatalkan perjanjian pertahanan bersama dengan Uni Emirat Arab. Dewan tersebut juga memerintahkan seluruh pasukan Emirat untuk meninggalkan wilayah Yaman dalam waktu 24 jam.

STC selama ini secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat, dengan menuding wilayah selatan Yaman mengalami marjinalisasi politik dan ekonomi selama bertahun-tahun. Kelompok itu bahkan menyerukan pemisahan wilayah selatan dari Yaman utara.

Namun, pemerintah Yaman menolak klaim tersebut dan menegaskan komitmennya untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah negara, sekaligus memperingatkan bahwa tindakan sepihak STC berpotensi memperburuk konflik berkepanjangan di Yaman.

ANTARA