BORNEONEWS, Kupang – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi memperpanjang operasi pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perpanjangan dilakukan menyusul masih adanya peluang penemuan korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan operasi SAR diperpanjang selama tiga hari, terhitung mulai Jumat, 2 Januari 2026 hingga Minggu 4 Januari 2026.
“Mulai hari ini, operasi pencarian resmi diperpanjang tiga hari ke depan,” ujar Fathur saat dihubungi dari Kupang, Jumat, 2 Januari 2026.
Ia menjelaskan, keputusan perpanjangan diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang dilaksanakan pada Kamis (1/1/2026).
Menurut Fathur, sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, operasi SAR pada dasarnya dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut sejak terjadinya kecelakaan. Namun, masa pencarian dapat diperpanjang apabila masih terdapat indikasi atau peluang penemuan korban.
“Kami tetap optimistis kerja keras seluruh unsur SAR dapat membuahkan hasil dalam masa perpanjangan ini,” katanya.
Dalam operasi hari ketujuh, Tim SAR Gabungan mengerahkan 13 kapal untuk melakukan penyisiran di area pencarian. Selain itu, peralatan sonar dan hidronav milik Polairud Polda NTT turut digunakan untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah permukaan laut.
Meski demikian, hingga proses evaluasi dilakukan, tiga korban WNA asal Spanyol masih belum ditemukan.
Basarnas juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Spanyol atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Dukungan tersebut disampaikan melalui surat resmi Duta Besar Spanyol untuk Indonesia tertanggal 31 Desember 2025 yang berharap agar operasi pencarian terus dilanjutkan.
Selain itu, Basarnas mengapresiasi keluarga korban yang tetap mendampingi Tim SAR Gabungan selama proses pencarian berlangsung di Labuan Bajo.
ANTARA









