BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti kasus meninggalnya seorang anak akibat tenggelam di objek wisata Danau Alam Salju, Jalan Jenderal Sudirman Km 6, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan kewaspadaan dan keselamatan di lokasi wisata, terutama yang memiliki risiko tinggi.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah mengimbau para pengelola tempat rekreasi di Sampit agar lebih aktif mengingatkan pengunjung terkait keselamatan, khususnya bagi orang tua yang mengajak anak-anak.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengelola tempat rekreasi di Sampit agar tidak henti-hentinya memberikan peringatan kepada pengunjung, terutama di destinasi wisata yang memiliki risiko tinggi. Orang tua harus benar-benar memperhatikan keselamatan putra-putrinya,” ujar Riskon, Jumat, 2 Januari 2026.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden tragis yang terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026, di Danau Alam Salju. Seorang remaja perempuan berusia 12 tahun dilaporkan tenggelam saat berwisata bersama keluarga pada momen libur Tahun Baru 2026.
Korban sempat dilarikan ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
“Atas nama DPRD Kotim, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, serta ananda mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya.
Riskon juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak saat berwisata, khususnya di lokasi yang memiliki potensi bahaya seperti danau, sungai, atau kolam alami.
“Dengan kejadian ini, kami mengimbau para orang tua agar tidak lengah dan selalu waspada dalam menjaga anak-anaknya saat berlibur, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Ia berharap, dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan dari pengelola maupun wisatawan, keselamatan pengunjung di tempat-tempat wisata di Kotim dapat lebih terjamin, terutama pada masa liburan dan momen ramai pengunjung. (DEWI PATMALASARI/J)









