BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengumumkan hasil pemantauan kondisi debit air di beberapa titik jalan yang mengalami genangan di kota Palangka Raya.
Informasi terkait kenaikan debit air disampaikan berdasarkan pantauan dan laporan dari masyarakat sekitar.
Salah satu titik yang diamati adalah Jalan Pelatuk VII, di mana tercatat adanya kenaikan debit air sebesar 20 sentimeter dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan tersebut tercatat setelah dilakukan pengukuran berkala oleh petugas BPBD guna memantau perkembangan kondisi genangan air di wilayah tersebut.
Jalan Pelatuk VII mengalami genangan air sepanjang kurang lebih 150 meter. Ketinggian air yang berada di atas badan jalan mencapai kurang lebih 38 sentimeter.
"Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar," katanya Jumat, 2 Januari 2026.
Selain Jalan Pelatuk VII, BPBD juga melakukan pemantauan di Jalan Anoi. Di titik ini juga tercatat adanya kenaikan debit air, meskipun besaran kenaikan secara spesifik tidak disebutkan dalam laporan yang disampaikan.
Panjang jalan yang terendam air di Jalan Anoi mencapai kurang lebih 200 meter. Ketinggian air di atas badan jalan pada lokasi ini lebih rendah dibandingkan Jalan Pelatuk VII, yaitu sekitar 20 sentimeter.
Hendrikus Satria Budi menyampaikan bahwa meskipun terjadi kenaikan debit air di kedua lokasi tersebut, aktivitas warga di sekitar area genangan tetap berjalan normal.
"BPBD akan terus melakukan pemantauan berkala untuk memastikan kondisi jalan aman dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat jika ada perkembangan selanjutnya," pungkasnya. (PATHUR/j)








