BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur mendorong perbaikan infrastruktur untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kotim sepanjang tahun 2025.
“Kalau kita lihat, angka kecelakaan memang menurun dari tahun sebelumnya, tetapi masih cukup tinggi. Mudah-mudahan di tahun 2026 bisa ditekan lagi,” kata Rudianur, Jumat, 2 Januari 2026.
Ia menegaskan, upaya menurunkan angka kecelakaan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kolaborasi lintas sektor.
Salah satu langkah penting adalah pembenahan infrastruktur jalan, mulai dari peningkatan penerangan jalan umum hingga perbaikan jalan berlubang yang kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
“Perlu kolaborasi semua pihak. Infrastruktur harus dibenahi, seperti lampu penerangan jalan dan kondisi jalan yang berlubang. Ini sering menjadi faktor terjadinya kecelakaan,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan Polres Kotim, kecelakaan lalu lintas tercatat sebagai kasus terbanyak yang ditangani sepanjang tahun 2025. Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kabag Ops Kompol Marsono menyebutkan, sepanjang 2025 terjadi 191 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Kotim.
Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 47 orang meninggal dunia, 6 orang mengalami luka berat, dan 261 orang luka ringan. Sementara kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas mencapai sekitar Rp1,156 miliar.
Dengan tingginya angka tersebut, DPRD Kotim mendorong pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan instansi terkait untuk memperkuat langkah pencegahan, baik melalui perbaikan sarana prasarana jalan maupun peningkatan kesadaran dan disiplin berlalu lintas di masyarakat. (DEWI PATMALASARI/j)









