SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Jumlah kasus kriminalitas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami penurunan signifikan selama tahun 2025, yaitu turun 13,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kotim, Kompol Marsono, mengungkapkan data tersebut sebagai indikator semakin kondusifnya situasi keamanan di wilayah tersebut.

“Sepanjang tahun 2025, jumlah kasus kejahatan turun dari 967 kasus pada 2024 menjadi 835 kasus,” ujar Kompol Marsono, Jumat, 2 Januari 2026

Ia menjelaskan bahwa penurunan kriminalitas ini dipengaruhi oleh meningkatnya intensitas patroli, berbagai kegiatan pencegahan yang dilakukan kepolisian, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk turut menjaga keamanan lingkungan.

Menurut Marsono, rincian wilayah yang mencatat jumlah kasus kejahatan paling banyak adalah Kecamatan Baamang dengan 39 kasus, disusul Mentawa Baru Ketapang sebanyak 36 kasus, dan Antang Kalang serta Parenggean masing-masing mencatat 29 kejadian. Kecamatan Mentaya Hulu juga mencatat 25 kasus kriminal sepanjang tahun ini.

“Kolaborasi antara polisi dan masyarakat sangat efektif dalam menciptakan kondisi yang lebih aman dan nyaman. Kepedulian aktif dari masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi salah satu faktor utama dalam menurunkan angka kriminalitas,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihak kepolisian akan terus meningkatkan sinergi dengan masyarakat dan mengoptimalkan program pencegahan agar tren penurunan kasus kriminal dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Kami berharap partisipasi masyarakat tetap terjaga karena keamanan harus menjadi tanggung jawab bersama demi terciptanya Kotim yang aman dan kondusif,” pungkasnya. (DEVIANA//j)