BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Mencegah ular masuk ke dalam rumah ternyata bisa dilakukan dengan cara sederhana. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Dwi Agus Suhartono menyebut, penggunaan wewangian menjadi salah satu langkah awal yang efektif dilakukan masyarakat.
Menurut Dwi Agus Suhartono walaupun potensi ular masuk ke rumah terutama bulan Oktober, November dan Desember, masyarakat tidak perlu panik berlebihan dan bisa memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di rumah.
“Pencegahan bisa pakai cairan pembersih lantai seperti Pixal atau pengharum ruangan lainnya. Ini cara sederhana yang bisa dilakukan masyarakat,” ujar Dwi Agus Suhartono, Jumat, 2 Januari 2026.
Menurut Dwi Agus Suhartono, cairan pengharum lantai atau pengharum ruangan tersebut dapat disebarkan di sekeliling rumah, terutama di area yang berpotensi menjadi jalur masuk ular.
“Cairan pembersih dan pengharum lantai itu bisa disebarkan di sekeliling rumah, terutama di sudut-sudut tertentu,” jelas Dwi Agus Suhartono.
Selain menggunakan wewangian, ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan faktor lain yang dapat memancing kedatangan ular, salah satunya keberadaan tikus.
“Kalau di rumah ada tikus, itu harus diwaspadai, karena tikus merupakan makanan ular. Jadi ular bisa datang karena ada sumber makanannya,” jelas Dwi Agus Suhartono.
Dwi Agus Suhartono juga meluruskan anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat terkait penggunaan garam untuk mengusir ular.
“Bukan pakai garam, karena itu hanya mitos. Tidak ada pengaruhnya untuk mencegah ular masuk rumah,” jelas Dwi Agus Suhartono.
Dwi Agus Suhartono mengatakan, upaya pencegahan sederhana lainnya adalah menjaga kondisi rumah tetap rapi dan bersih dengan menghindari tumpukan barang.
“Cara pencegahannya juga bisa dengan menghindari adanya tumpukan barang di dalam rumah, karena itu bisa menjadi tempat persembunyian ular,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/y)









