KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Banjir melanda kawasan Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Banjir tersebut turut berdampak pada aktivitas ibadah masyarakat. Akibat genangan air yang cukup tinggi, pelaksanaan Salat Jumat di sejumlah masjid terpaksa diliburkan.

Salah satu masjid yang terdampak adalah Masjid Al Ittihadul Khairat yang berada di Jalan Kali Martapura. Pada Jumat, 2 Januari 2026, pengurus masjid memutuskan untuk meniadakan pelaksanaan Salat Jumat karena kondisi masjid tidak memungkinkan untuk digunakan.

Berdasarkan laporan warga setempat, air banjir menggenangi bagian dalam masjid dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter. Bahkan, dalam dokumentasi video yang beredar, terlihat sebuah jukung atau perahu kecil dapat masuk hingga ke dalam area masjid.

Kondisi tersebut membuat aktivitas ibadah tidak dapat dilaksanakan dengan aman dan nyaman. Selain ruang utama masjid, genangan air juga merendam halaman dan akses masuk menuju masjid.

Relawan yang meneruskan informasi dari warga, Fani, menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat terkait situasi tersebut. Ia mengimbau warga Desa Pembantanan untuk mencari masjid lain yang tidak terdampak banjir.

“Diinformasikan bagi warga Desa Pembantanan, Masjid Al Ittihadul Khairat saat ini tidak bisa melaksanakan Salat Jumat. Diharapkan warga bisa mencari masjid lain yang tidak terendam,” ujar Fani.

Sementara itu, dilaporkan bahwa wilayah Kecamatan Sungai Tabuk telah terendam banjir selama sekitar satu minggu terakhir. Banjir terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi disertai luapan sungai, sehingga merendam permukiman warga dan fasilitas umum.

Hingga kini, warga berharap air segera surut agar aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ibadah di masjid, dapat kembali berjalan normal seperti sediakala. (SABRIANOOR/y)