PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan sambaran petir. Kondisi cuaca tersebut diperkirakan masih akan melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah hingga sepekan ke depan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Neng Arini N P, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Kalteng. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi secara merata di sejumlah daerah.

“BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai hujan lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya di Palangka Raya, Sabtu, 3 Januari 2026.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat di 13 kabupaten dan satu kota tersebut untuk mewaspadai dampak lanjutan yang bisa ditimbulkan akibat cuaca ekstrem. Dampak tersebut antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Neng Arini menjelaskan, sebelum hujan lebat terjadi, masyarakat dapat mengamati munculnya awan konvektif atau Cumulonimbus (CB) yang biasanya tampak gelap dan menjulang tinggi. Awan jenis ini kerap menjadi pemicu hujan deras yang disertai angin kencang dan petir.

Selain itu, saat ini terpantau adanya gangguan fenomena Rossby ekuatorial yang aktif di wilayah Pulau Kalimantan. Kondisi ini diperkuat dengan adanya daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di wilayah Kalimantan Tengah, yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

“Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah serta labilitas atmosfer yang kuat, kondisi ini meningkatkan potensi hujan di wilayah Kalteng,” jelasnya.

BMKG mencatat, suhu udara di Kalimantan Tengah umumnya berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius, dengan kelembaban udara mencapai 60 hingga 100 persen. Sementara itu, angin bertiup dari arah timur laut hingga utara dengan kecepatan sekitar 5–20 kilometer per jam.

BMKG mengimbau masyarakat untuk segera mencari tempat berlindung yang aman saat hujan lebat disertai angin kencang dan petir terjadi. Warga diminta tidak berteduh di bawah pohon, menjauhi papan reklame, baliho, serta menghindari aktivitas di lapangan terbuka guna mengurangi risiko tersambar petir.

“Jika melihat tanda-tanda cuaca ekstrem, sebaiknya segera masuk ke dalam rumah atau gedung yang aman,” tegas Neng Arini.

BMKG Kalimantan Tengah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan cuaca terkini sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai prakiraan dan peringatan dini cuaca, masyarakat dapat mengakses laman resmi BMKG, aplikasi BMKG, serta berbagai kanal media sosial resmi BMKG.

ANTARA