BANJARMASIN –

BORNEONEWS, Banjar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mencatat sebanyak 67.344 jiwa terdampak banjir dan genangan air yang melanda hampir seluruh wilayah kabupaten tersebut selama musim hujan akhir tahun 2025.

Data tersebut merupakan hasil pemantauan dan pendataan lapangan yang dilakukan BPBD Kabupaten Banjar pada Rabu (31/12), menyusul tingginya intensitas hujan yang memicu banjir dan genangan di sejumlah kecamatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, mengatakan pemantauan kondisi banjir terus dilakukan secara berkala mengingat cuaca masih berpotensi hujan.

“Pemantauan terus kami lakukan, terutama karena saat ini sudah memasuki musim hujan,” ujar Yayan di Martapura, Sabtu, 3 Januari 2026.

Berdasarkan hasil pendataan sementara hingga Rabu sore pukul 16.00 WITA, banjir dan genangan air tercatat melanda 14 kecamatan dan 137 desa di Kabupaten Banjar. Dampaknya, sebanyak 27.211 unit rumah terdampak, dengan 27.104 unit rumah terendam.

Selain itu, jumlah kepala keluarga terdampak tercatat mencapai 37.440 KK, sementara total jiwa terdampak sebanyak 67.344 orang.

BPBD juga merinci kelompok rentan yang terdampak banjir, terdiri atas 124 ibu hamil, 307 bayi, 780 balita, 1.121 anak-anak, 2.525 orang dewasa, 1.669 lansia, serta 124 penyandang disabilitas.

Untuk penanganan darurat, BPBD Kabupaten Banjar telah menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian bagi warga terdampak hingga kondisi banjir berangsur surut.

“Warga yang terdampak sudah kami arahkan mengungsi ke tempat-tempat yang aman,” jelas Yayan.

Beberapa lokasi pengungsian yang disiapkan antara lain Aula Dinas Pendidikan Banjar yang menampung 93 jiwa, Kodim 1006 Banjar sebanyak 76 jiwa, Aula Kantor Desa Pingaran Ulu sebanyak 109 jiwa, serta Aula Martapura Barat dengan 43 jiwa pengungsi. Sementara Aula Kecamatan Martapura masih dalam kondisi kosong.

BPBD Kabupaten Banjar juga terus memantau ketinggian muka air melalui Sensor Early Warning System (EWS) yang terpasang di Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, dan Desa Sungai Arfat, Kecamatan Karang Intan.

Dalam penanganan bencana, BPBD berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, TRC BPBD, Satgas, Pusdalops, PMI Kabupaten Banjar, EBR, relawan, serta masyarakat setempat.

Selain evakuasi, BPBD juga menyalurkan logistik bantuan, mendistribusikan air bersih untuk dapur umum, serta memastikan warga terdampak menerima bantuan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKP) Kabupaten Banjar.

ANTARA