JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Perum Bulog menyiapkan skema kerja sama dengan Karang Taruna untuk terlibat langsung dalam Tim Jemput Gabah, sebagai upaya mempercepat penyerapan gabah petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) di berbagai wilayah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pelibatan Karang Taruna akan memperluas kekuatan tim lapangan yang selama ini terdiri dari penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

“Program Tim Jemput Gabah ini sudah kami siapkan. Selain PPL, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, kami ingin melibatkan pemuda desa melalui Karang Taruna agar pengawalan panen lebih cepat dan optimal,” ujar Rizal dalam jumpa pers Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.

Menurutnya, kehadiran Karang Taruna di lapangan dinilai strategis karena para pemuda desa lebih mengenal kondisi wilayah dan petani setempat, sehingga koordinasi penyerapan gabah dapat berjalan lebih efektif dan kondusif.

Selain memperkuat penyerapan gabah, program ini juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan musiman bagi pemuda desa saat musim panen serta menekan laju urbanisasi ke kota.

“Kami ingin memberdayakan adik-adik Karang Taruna agar ada pekerjaan di desa saat panen, sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus pergi ke kota,” kata Rizal.

Rizal menambahkan, sinergi antara PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Karang Taruna diarahkan untuk mengawal kualitas gabah, khususnya memastikan panen dilakukan sesuai usia panen yang ideal.

Langkah ini penting untuk mencegah praktik panen dini yang berpotensi menurunkan mutu beras nasional serta mengurangi daya simpan beras sebagai stok cadangan pemerintah.

“Dengan pengawalan kualitas sejak panen, beras yang diserap Bulog memiliki mutu lebih baik dan daya simpan lebih panjang untuk CBP,” jelasnya.

Meski demikian, Rizal menyebut rincian teknis kerja sama dengan Karang Taruna masih akan dimatangkan bersama para pemangku kepentingan terkait sebelum diterapkan secara luas.

Kolaborasi ini diharapkan dapat melindungi petani dari praktik tengkulak, meningkatkan penyerapan gabah berkualitas, serta menjaga stabilitas pasokan beras nasional secara berkelanjutan, terutama saat panen raya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI Saadiah Uluputty juga mendorong Bulog untuk melibatkan organisasi kepemudaan, termasuk Karang Taruna, dalam penyerapan gabah petani di daerah.

“Keterlibatan Karang Taruna memberi manfaat ganda. Mereka lebih dekat dan diterima masyarakat, sehingga proses penyerapan bisa berjalan lebih kondusif,” kata Saadiah dalam keterangannya.

Ia menilai pelibatan pemuda desa juga menjadi sarana edukasi agar generasi muda memahami pentingnya ketahanan pangan nasional dan siap menjadi penerus di sektor pertanian.

ANTARA