JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Perum Bulog memastikan Gerakan Pangan Murah (GPM) akan diperkuat dan diperluas sepanjang 2026 sebagai strategi utama menjaga stabilitas harga pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan pasokan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, pelaksanaan GPM tahun depan akan berlangsung lebih masif dibanding periode sebelumnya, baik dari sisi frekuensi kegiatan maupun jangkauan wilayah, dengan melibatkan lintas pemangku kepentingan secara berkelanjutan. 

“Kalau dulu GPM belum semasif sekarang. Saat ini Gerakan Pangan Murah sudah berjalan luar biasa dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Rizal dalam jumpa pers Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.

Ia menyebutkan, sepanjang 2025, Bulog berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah menyelenggarakan GPM secara serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia, menjadikannya sebagai salah satu distribusi pangan terbesar yang pernah dilakukan secara nasional dan terpadu.

Capaian tersebut, kata Rizal, tidak lepas dari kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, pelaku usaha, hingga jaringan pengecer yang terlibat langsung di lapangan. 

“Ini hasil kerja bersama semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, swasta, hingga pengecer. Kolaborasi inilah yang membuat GPM berjalan efektif,” katanya.

Memasuki 2026, Bulog memastikan GPM tetap menjadi instrumen penting dalam menyalurkan komoditas strategis, termasuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), agar pasokan di tingkat konsumen terjaga dan lonjakan harga dapat ditekan.

Rizal menjelaskan, penguatan GPM sejalan dengan target penyaluran beras SPHP sebanyak 1,5 juta ton yang direncanakan berlangsung sepanjang tahun 2026. Kombinasi kedua program tersebut diharapkan mampu menciptakan stabilitas pasar yang lebih konsisten.

Dengan intensitas pelaksanaan yang lebih tinggi dan jangkauan yang semakin luas, Bulog menargetkan dampak stabilisasi harga pangan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah. 

“Ke depan kegiatan GPM akan terus kami tambah dan perkuat agar manfaatnya semakin besar bagi masyarakat,” tutup Rizal.

ANTARA