BORNEONEWS, Palangka Raya - Empat komoditas tercatat sebagai penghasil utama minyak nabati dunia, yakni kelapa sawit, kedelai, rapeseed, dan bunga matahari. Keempatnya menyumbang sekitar 85–90 persen produksi minyak nabati global dan mengalami ekspansi areal yang cukup pesat dalam dua dekade terakhir.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menjelaskan bahwa data USDA dan Oil World menunjukkan pertumbuhan luas areal tanaman minyak nabati berlangsung signifikan sejak tahun 2000 hingga 2020. Namun, laju ekspansi tersebut tidak selalu sebanding dengan produktivitas yang dihasilkan.
“Dalam periode tersebut, luas areal kedelai meningkat dari 75,5 juta hektare menjadi 127 juta hektare. Rapeseed bertambah dari 24,7 juta hektare menjadi 35,5 juta hektare, dan bunga matahari dari 19,7 juta hektare menjadi 27,6 juta hektare,” ujar Eddy pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Sementara itu, luas perkebunan kelapa sawit juga mengalami peningkatan dari 10 juta hektare menjadi sekitar 24 juta hektare. Meski bertambah, ekspansi sawit tercatat lebih kecil dibandingkan komoditas minyak nabati lainnya.
Eddy menekankan bahwa ekspansi areal kedelai tercatat lima kali lebih besar dibandingkan sawit, sedangkan rapeseed hampir 1,5 kali lipat dan bunga matahari sekitar 1,2 kali lipat lebih besar dibandingkan perluasan kelapa sawit. Kondisi ini menunjukkan perbedaan karakter antara kebutuhan lahan dan hasil produksi.
“Perbedaan tersebut menjadi dasar penting untuk melihat efisiensi penggunaan lahan. Sawit menghasilkan minyak jauh lebih tinggi dengan luas areal yang relatif lebih kecil,” tegas Eddy Abdurrahman. (TESTI PRISCILLA/j)









