BORNEONEWS, Palangka Raya - Buku cerita anak dwibahasa berbasis STEM menjadi salah satu inovasi Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025 lalu. Kepala Balai Bahasa Kalteng, Sukardi Gau menyebut pendekatan STEM penting untuk literasi modern.
“Buku ini tidak hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga memperkenalkan konsep sains sederhana kepada anak-anak. Program ini akan kita teruskan di tahun yang baru,” kata Sukardi pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Buku tersebut menggabungkan muatan kedaerahan dengan ilmu pengetahuan, sehingga anak-anak dapat belajar bahasa sekaligus memahami dunia sekitar. Sukardi menilai pendekatan ini mampu menumbuhkan minat baca sejak dini.
Guru dan orang tua diharapkan memanfaatkan buku ini sebagai bahan ajar tambahan.
“Literasi harus relevan dengan zaman, dan STEM adalah jawabannya,” kata Sukardi.
Dengan inovasi ini, Balai Bahasa Kalteng berharap anak-anak Kalimantan Tengah semakin gemar membaca dan mencintai bahasa daerah serta bahasa Indonesia.
“Literasi adalah fondasi masa depan,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/j)









