BORNEONEWS, Tamiang Layang - Bupati Barito Timur M Yamin bertindak sebagai pembina upacara pada Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Barito Timur, Sabtu, 3 Desember 2025.
Dalam upacara tersebut, Bupati membacakan sambutan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.
Pada sambutan tersebut ditegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik melainkan energi kebangsaan yang produktif. Kerukunan dipandang sebagai sinergi yang mampu merajut perbedaan identitas keyakinan dan latar belakang sosial menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa.
Menag juga menekankan bahwa kehadiran Kementerian Agama sejak awal merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Republik Indonesia dibangun oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan hingga hari ini.
Oleh karena itu, Kementerian Agama memikul amanat untuk menjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan serta membina kehidupan keagamaan yang damai adil rukun dan sejahtera.
Sepanjang tahun 2025, lanjut Menag, Kementerian Agama telah membangun fondasi “Kemenag Berdampak” melalui kerja nyata yang mulai dirasakan umat. Transformasi digital dilakukan secara masif guna menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat transparan dan cepat.
Selain itu, penguatan ekonomi umat digerakkan melalui pesantren serta optimalisasi dana sosial keagamaan seperti zakat wakaf infak sedekah diakonia derma dana punia dana Paramita dan dana kebajikan.
Di bidang pendidikan, madrasah sekolah keagamaan dan perguruan tinggi keagamaan terus menunjukkan peningkatan kualitas. Inovasi kurikulum serta penguatan sarana prasarana menempatkan institusi pendidikan Kementerian Agama sejajar dengan standar pendidikan lainnya.
Program Desa Sadar Kerukunan juga disebut sebagai upaya memindahkan wacana kerukunan dari ruang seminar ke praktik nyata di tengah masyarakat.
Menag turut menyoroti tantangan era kecerdasan buatan dan perubahan global yang serba cepat.
ASN Kementerian Agama diminta tidak menjadi penonton melainkan mampu mewarnai substansi teknologi dengan konten keagamaan yang otoritatif moderat sejuk dan mencerahkan.
“Algoritma masa depan tidak boleh hampa dari nilai ketuhanan dan kemanusiaan,” demikian pesan Menteri Agama yang dibacakan Yamin.
Mengakhiri sambutan, Menteri Agama mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama untuk bertransformasi menjadi ASN yang lincah adaptif terbuka terhadap inovasi serta responsif melayani umat dengan empati dan integritas.
Dengan fondasi pengabdian yang berdampak serta penguasaan teknologi yang beretika, Kementerian Agama diyakini mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai maju dan bermartabat.
Upacara HAB ke-80 Kementerian Agama di Barito Timur dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Barito Timur beserta jajaran unsur Forkopimda Pj Sekda Barito Timur Kepala Kantor Pengadilan Agama Tamiang Layang tokoh masyarakat serta undangan lainnya.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya 10 tahun dan 20 tahun kepada 17 pegawai, penyerahan tali asih kepada pensiunan Kantor Kemenag Barito Timur, penampilan pelajar dari sekolah di bawah naungan Kementerian Agama, penyerahan hadiah lomba serta kegiatan donor darah. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









