PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat dunia sehingga ketersediaan dan keterjangkauan menjadi aspek krusial dalam pemenuhan kebutuhan tersebut. Dalam konteks global, komoditas yang digunakan sebagai sumber bahan pangan harus mampu menjamin pasokan berkelanjutan dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menyampaikan bahwa minyak sawit memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber bahan pangan dunia. Potensi tersebut ditopang oleh sejumlah keunggulan yang membuat minyak sawit semakin relevan di tengah tantangan ketahanan pangan global.

Ia mengacu pada kajian PASPI Monitor (2024) yang menyebutkan minyak sawit unggul dari sisi harga, ketersediaan, serta fleksibilitas penggunaan.

“Minyak sawit menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan minyak nabati utama lainnya, sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Eddy pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Keunggulan harga tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari produktivitas kelapa sawit yang jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas minyak nabati lain seperti kedelai, rapeseed, dan bunga matahari. Dengan produktivitas yang tinggi, biaya produksi dapat ditekan sehingga harga jual menjadi lebih terjangkau.

Eddy menambahkan, keberadaan minyak sawit sebagai alternatif minyak nabati juga berperan penting dalam menahan laju kenaikan harga pangan dunia. Substitusi minyak sawit terhadap minyak nabati lain dinilai mampu menjaga stabilitas harga pangan agar tidak melonjak berlebihan.

“Dengan karakteristik tersebut, minyak sawit tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan global yang lebih stabil dan berkelanjutan,” pungkasnya.(TESTI PRISCILLA/H)