PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketersediaan pasokan menjadi faktor penting dalam menjamin ketahanan pangan global. Minyak sawit dinilai memiliki keunggulan karena diproduksi secara berkelanjutan sepanjang tahun tanpa bergantung pada musim tertentu.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrahman, mengatakan produksi minyak sawit berlangsung stabil selama sinar matahari tersedia. Kondisi ini membuat pasokan minyak sawit relatif konsisten dari bulan ke bulan hingga bertahun-tahun, sehingga memberikan kepastian bagi pasar global.

Selain itu, perkebunan kelapa sawit memiliki tingkat produktivitas minyak per hektare sekitar 8–10 kali lebih tinggi dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lainnya. Dengan komposisi tanaman yang ideal, kelapa sawit mampu menghasilkan minyak secara konsisten hingga usia produktif sekitar 25 tahun.

“Stabilitas pasokan inilah yang menjadikan minyak sawit sebagai sumber minyak nabati yang andal dan mampu memenuhi kebutuhan pangan dunia dalam jangka panjang,” kata Eddy pada Sabtu, 3 Januari 2026.

Tak hanya unggul dari sisi pasokan, minyak sawit juga memiliki aplikasi penggunaan yang sangat luas. Minyak sawit dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti minyak goreng, margarin, mentega putih (shortening), hingga krimer nabati yang digunakan secara luas di industri makanan.

Eddy menambahkan, minyak sawit juga memiliki nilai tambah dari sisi nutrisi dan kesehatan.

"Kandungan betakaroten, vitamin E, asam lemak tak jenuh, serta antioksidan alami menjadikan minyak sawit, termasuk minyak sawit merah (red palm oil), sebagai bahan pangan yang bernilai gizi tinggi dan bebas lemak trans, sehingga semakin memperkuat posisinya sebagai komoditas strategis pangan global," terangnya. (TESTI PRISCILLA/H)