JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Pemerintah Venezuela mengecam keras serangan Amerika Serikat yang dinilai sebagai upaya memaksakan “perang kolonial” terhadap negara tersebut. Caracas menilai langkah Washington bertujuan menghancurkan sistem pemerintahan republik dan memaksakan perubahan rezim di negara Amerika Selatan itu.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menyatakan, serangan yang dilakukan Amerika Serikat merupakan bentuk agresi serius terhadap kedaulatan negara. Ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak akan berhasil, sebagaimana kegagalan upaya serupa di masa lalu.

“Upaya memaksakan perang kolonial untuk meruntuhkan pemerintahan republik dan memaksakan perubahan rezim, dengan bersekutu bersama oligarki fasis, akan kembali gagal seperti sebelumnya,” kata Gil dalam pernyataan resminya, Sabtu, 3 Januari 2026.

Gil juga menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berpotensi mengancam perdamaian dan stabilitas internasional.

Menurutnya, Republik Bolivarian Venezuela secara tegas menolak dan mengecam agresi militer yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat terhadap wilayah dan rakyat Venezuela. Ia menyebut serangan itu menyasar fasilitas sipil dan militer di ibu kota Caracas serta sejumlah negara bagian, termasuk Miranda, Aragua, dan La Guaira.

“Agresi semacam ini membahayakan perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya di kawasan Amerika Latin dan Karibia, serta menempatkan jutaan nyawa dalam risiko serius,” ujarnya.

Gil menilai tujuan utama serangan Amerika Serikat adalah menguasai sumber daya strategis Venezuela, terutama minyak dan mineral, sekaligus melemahkan kemandirian politik negara tersebut. Namun, ia menegaskan Venezuela tidak akan menyerah menghadapi tekanan tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah menandatangani dekret penetapan Status Gangguan Eksternal di seluruh wilayah negara itu guna melindungi warga serta memastikan keberlangsungan fungsi lembaga negara.

Sebelumnya, media melaporkan sejumlah ledakan kuat terdengar di Caracas di tengah meningkatnya ketegangan antara Venezuela dan Amerika Serikat. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap tebal di beberapa titik ibu kota serta bunyi sirene peringatan serangan udara.

Sementara itu, melalui platform Truth Social, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pasukannya telah melancarkan serangan militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

ANTARA