BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketenangan warga kawasan Jalan G. Obos Induk, Kelurahan Menteng, terganggu pada Minggu, 4 Januari 2026 setelah seekor anakan ular Sanca Batik (Malayophyton reticulatus) ditemukan menyelinap ke dalam area pemukiman dan memangsa hewan peliharaan milik warga setempat.
Peristiwa ini pertama kali ditemukan oleh Rahmadi, pemilik rumah sekaligus pelapor. Saat hendak memberikan pakan rutin untuk hamster kesayangannya yang ditempatkan di area garasi, ia terkejut melihat seekor ular melingkar di dalam kandang. Lima ekor hamsternya telah hilang dan diduga telah dimangsa oleh ular tersebut.
Menyadari adanya ancaman terhadap keselamatan keluarga dan warga sekitar, Rahmadi segera menghubungi nomor darurat Emergency Response Palangka Raya (ERP) untuk meminta bantuan evakuasi. Lokasi kejadian berada tepat di samping Hotel Luwansa.
Merespon laporan dengan cepat, personel Divisi Animal Rescue ERP langsung tiba di lokasi dengan peralatan penanganan satwa yang lengkap.
Dengan teknik yang terukur, tim berhasil mengamankan ular sepanjang kurang lebih 80 sentimeter tersebut tanpa adanya perlawanan berarti.
Kepala Bagian Operasi ERP, Yustinus Exaudi, menjelaskan bahwa ular telah dievakuasi untuk mencegah keresahan lebih lanjut.
"Predator kecil ini telah dibawa untuk prosedur penanganan lebih lanjut sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari pemukiman," ujarnya
Menanggapi tren munculnya satwa liar di pemukiman selama musim tertentu, Yustinus memberikan beberapa poin edukasi penting bagi masyarakat.
Pertama, perketat keamanan kandang hewan peliharaan dengan menggunakan kawat ram halus yang tidak dapat ditembus ular.
Kedua, hindari penumpukan barang bekas atau kayu yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular atau sarang tikus.
Ketiga, pastikan area garasi dan halaman memiliki pencahayaan yang cukup di malam hari untuk memantau keberadaan satwa liar.
Yustinus juga menegaskan bahwa masyarakat dilarang melakukan penanganan sendiri jika menemukan ular atau satwa berbahaya lainnya. "Segera hubungi call center darurat untuk bantuan dari petugas yang berkualifikasi," ujarnya.
Bagi yang memerlukan bantuan evakuasi satwa atau keadaan darurat lainnya, dapat menghubungi nomor ERP 0852-5287-7781 dan 0838-3628-3911 yang beroperasi selama 24 jam. (PATHUR/R)









