BORNEONEWS, Sampit – Tren emas putih di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Selain tampil sebagai perhiasan, emas putih kini juga dilirik masyarakat sebagai pilihan investasi jangka panjang.
"Untuk peminat emas putih gambaran 2 tahun terakhir ini semakin banyak. Dan ini juga beberapa bulan lagi menjelang Ramadan dan Idulfitri biasanya peminat emas putih meningkat. Jadi kami siapkan untuk toko baru," kata Pemilik Toko Emas Mitra Baru Atika Rahma, Minggu, 4 Januari 2026.
Toko Emas Mitra Baru membuka cabang keempat yang masih berlokasi di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. Berbeda dari toko pertama hingga ketiga, Toko Emas Mitra Baru 4 khusus menjual emas putih.
Atika menjelaskan, pembukaan toko khusus emas putih dilakukan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi konsumen dalam memilih perhiasan.
Selama ini, emas putih dan emas kuning dijual dalam satu tempat, namun tingginya minat masyarakat membuat pihaknya memisahkan keduanya.
“Karena tahun-tahun ini peminatnya semakin banyak untuk emas putih. Sehingga yang sebelumnya kita gabung tokonya dengan emas kuning, sekarang Kita pisah agar lebih leluasa, lebih besar lagi ruang untuk memilih," tambahnya.
Dari sisi harga, emas putih memang sedikit lebih mahal dibandingkan emas kuning untuk kadar yang sama. Namun, menurut Atika, hal tersebut sebanding dengan desain dan variasi model yang semakin beragam, bahkan untuk ukuran kecil mulai dari 1 gram.
“Sekarang pabrik perhiasan banyak mengeluarkan emas putih dengan desain menarik, dari gramasi kecil hingga besar. Ini yang membuat peminatnya terus bertambah,” ujarnya.
Tidak hanya diminati sebagai perhiasan, emas putih juga mulai dipilih sebagai instrumen investasi. Terutama emas putih dengan kadar tinggi seperti 750, yang dinilai lebih kuat dan awet untuk disimpan dalam jangka panjang.
“Kalau dari sisi investasi untuk kadar emas putih yang tua itu lebih kuat dan lebih awet. Jadi banyak orang beli emas putih kadar 750 untuk investasi juga karena bisa disimpan jangka panjang. Jadi sambil dipakai untuk perhiasan juga sambil disimpan untuk investasi,” katanya.
Saat ini, harga emas putih di Toko Emas Mitra Baru mengikuti harga pasar seperti logam mulia pada umumnya. Untuk kadar 375 harga berada di kisaran Rp1,19 juta per gram, sementara kadar 750 sekitar Rp2 juta per gram. Penjualan emas putih kadar 750 tercatat paling tinggi dibandingkan kadar lainnya.
Meski toko khusus emas putih ini masih tergolong baru, Atika optimistis penjualan akan menunjukkan tren meningkat. Ia memperkirakan, ke depan penjualan emas putih bisa mencapai lebih dari 100 gram per hari, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap nilai investasi emas putih.
“Dulu emas putih belum banyak dikenal karena modelnya terbatas. Sekarang hampir semua pabrik rutin mengeluarkan model baru setiap bulan. Jadi kemungkinan akan lebih banyak peminatnya dan gramasinya bervariasi, kemungkinan akan lebih banyak yang ke depannya akan berinvestasi ke emas putih,” jelasnya.
Untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumen, Toko Emas Mitra Baru 4 menyediakan emas putih dengan gramasi mulai dari 1 gram hingga lebih dari 100 gram. Bahkan, masyarakat dengan anggaran di bawah Rp2 juta pun sudah bisa memiliki perhiasan emas putih.
“Kami siapkan pilihan lengkap, jadi masyarakat bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan budget,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









