BANJARMASIN –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar terus melakukan pemantauan dan penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Berdasarkan data bencana alam banjir yang dirilis Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar, banjir hingga kini masih menggenangi beberapa kecamatan dengan dampak cukup signifikan terhadap masyarakat. Data tersebut diperbarui pada Minggu, 4 Januari 2026 pukul 16.30 WITA.

Dalam laporan tersebut, tercatat 8 kecamatan di Kabupaten Banjar terdampak banjir. Sementara itu, jumlah wilayah administratif yang terdampak mencapai 116 desa dan kelurahan, menunjukkan luasnya sebaran genangan air akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

BPBD Kabupaten Banjar juga mencatat sebanyak 22.991 rumah terdampak, dengan 11.357 rumah di antaranya terendam banjir. Selain itu, terdapat 41.196 kepala keluarga yang terdampak, dengan total 116.027 jiwa merasakan dampak langsung dari bencana banjir tersebut.

Kelompok rentan turut menjadi perhatian dalam penanganan banjir ini. Data BPBD mencatat terdapat 272 ibu hamil, 455 bayi, 1.521 balita, 2.380 anak-anak, 275 penyandang disabilitas, serta 2.911 lanjut usia (lansia) yang terdampak banjir dan membutuhkan perhatian khusus dari petugas di lapangan.

Tidak hanya permukiman warga, banjir juga berdampak pada berbagai fasilitas umum dan sosial. Sebanyak 141 sekolah, 131 tempat ibadah, dan 18 kantor pemerintahan dilaporkan terdampak. Selain itu, 96 fasilitas umum dan 18 jembatan turut mengalami dampak, serta sekitar 3.451 hektare lahan kebun dan sawah tergenang air.

Berdasarkan laporan genangan air, wilayah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Martapura Barat, Sungai Tabuk, Kertak Hanyar, Martapura, Astambul, Martapura Timur, dan beberapa wilayah lainnya. Sementara sejumlah kecamatan lain dilaporkan masih dalam kondisi nihil genangan.

BPBD Kabupaten Banjar juga mencatat jumlah warga yang harus mengungsi akibat banjir mencapai 5.045 jiwa. Para pengungsi tersebar di berbagai titik, termasuk aula dinas, madrasah, gedung eks puskesmas, serta rumah warga yang tidak terdampak banjir. Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura, tercatat sebagai lokasi dengan jumlah pengungsi terbanyak.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkala.

"Pemantauan terus kami lakukan secara berkala terutama mengingat kondisi cuaca musim hujan,” ucap Yayan Daryanto di Martapura, Kabupaten Banjar, Minggu, 4 Januari 2026. (SABRIANOOR/j)