BORNEONEWS, Kasongan - Peresemian Kebun Raya Katingan di Desa Bukit Batu Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah diawali melahab (pekikan/teriakan khas Dayak) sebanyak tiga kali.
Melahab itu dipimpin Bupati Katingan Ahmad Yantenglie selama tiga kali diikuti Sekretaris Utama LIPI Siti Amaliani, Wakil Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia, Alexander Sony Kerap, dan Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Sipet Hermanto mewakili Gubernur Sugianto Sabran.
"O...o...lo...lo...lo..lo...lo....," teriak Bupati Tenglie diikuti tamu undangan. Kemudian dijawab serentak. ,Yo,".
Usai melahab, Bupati Tenglie, Sekretaris Utama LIPI, Wakil Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia dan Kepala Dinas Kehutanan, itu selanjutnya bersama-sama menabuh katambung sebagai tanda peresmian Kebun Raya Katingan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ahmad Yantenglie dalam sambutannya mengatakan jika keberadaan kebun raya pada saat ini perannya cukup besar.
Hal ini selain sebagai fungsi melindungi tumbuh-tumbuhan yang sudah mulai langka akibat eksploitasi hutan yang tidak menghiraukan dampaknya agar terhindar dari ancaman kepunahan. Juga sebagai paru-paru kota serta mengurangi dan meminimalisir emisi atau polusi udara yang dihasilkan kendaraan bermotor di perkotaan. Keberadaan kebuh raya juga dapat menekan terjadinya pemanasan global, dan kebun raya pun sekaligus dapat berfungsi sebagai obyek pariwisata.
"Launching ini sangat strategis karena nenjadi titik tolak merealisasikan komitmen Pemerintah Kabupaten Katingan dalam pembangunan Kebun Raya Katingan sebagai salah salah satu upaya mewujudkan visi lingkungan, yaitu Konservasi Katingan untuk Borne odan Kasongan Kota Hijau," sebut Bupati Tenglie.
Menurut Bupati Tenglie, Kebun Raya Katingan memiliki luas 127 hektar. Sampai saat ini koleksi tumbuhan yang tertanam di Kebun Raya Katingan ini sebanyak 587 specimen terdiri dari 94 species, dan 75 genus serta 37 family.
"Kita berencana memperluas kawasan kebun raya ini dengan menambah 700 hektar lebih, sehingga nantinya Kebun Raya Katingan menjadi yang terbesar se-dunia," imbuh Bupati Tenglie.
Sementara, menurut Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Sipet Hermanti yang membacakan sambutan Gubernur Sugianto Sabran mengapresiasi Pemkab Katingan yang telah memiliki kebun raya ini.
"Kebun Raya Katingan ini, adalah satu-satunya kebun raya yang ada di Provinsi Kalteng," katanya.
Sekretaris Utama Lembaga Ilmu Pengembangan Indonesia (LIPI) Siti Amaliani menyatakan, Indonesia mempunyai tanggung jawab besar untuk mewariskan tumbuh-tumbuhan ini.
"Kita berharap kedepan kita harus terus melestarikan tumbuh-tumbuhan di hutan. Dan saat ini jumlah kebun raya semakin meningkat dari waktu ke waktu," katanya.
Menurutnya, program pengembangan kebun raya ini digulirkan mulai 1999, yang diinisiasi atas keprihatinn LIPI terkait berkurangnya tumbuhan.
Dalam RPJMN 2015-2019, kata Siti LIPI bekerjasama dengan Kementerian PUPR telah berencana meresmikan dua kebun raya dan menginisiasi dua kebun raya setiap dua tahunya.
"Kami berharap dukungan semua pihak atas keberlanjutan merealisasikan cita-cita mulia ini. Dan sampai sekarang Indonesia memiliki 30 kebun raya, lima milik LIPI, 24 milik pemerintah daerah, termasuk Kebun Raya Katingan ini, dan satu dikelola perguruan tinggi," katanya.(ABDUL GOFUR/m)








