BORNEONEWS, Sampit – Bandar Udara H Asan Sampit mencatat pergerakan penumpang naik 13,1 persen selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
PIC Humas (CAPT) Bandara H Asan Sampit Zachrudien menyampaikan, selama operasional posko Nataru yang dibuka sejak 18 Desember 2025 hingga ditutup pada 5 Januari 2026, total penumpang yang dilayani mencapai 9.266 orang (pax).
“Jumlah tersebut meningkat 13,1 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 8.194 penumpang,” kata Zachrudien, Senin, 5 Januari 2026.
Selain peningkatan penumpang, aktivitas penerbangan juga mengalami kenaikan. Selama periode Nataru 2025/2026, Bandara H Asan Sampit melayani total 82 penerbangan, meningkat 7,94 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencatat 76 penerbangan.
Untuk puncak pergerakan penumpang, terjadi pada 25 Desember 2025. Pada hari tersebut, jumlah penumpang keberangkatan tercatat sebanyak 386 pax dan penumpang kedatangan 317 pax, sehingga total mencapai 703 penumpang dalam satu hari.
Sementara itu, jumlah penerbangan terbanyak selama periode Nataru 2025/2026 terjadi pada 18 Desember 2025 (H-7), 25 Desember 2025 (H+1), dan 1 Januari 2026. Pada masing-masing tanggal tersebut, tercatat enam penerbangan per hari, terdiri dari tiga penerbangan keberangkatan dan tiga penerbangan kedatangan.
Di sisi lain, pergerakan kargo justru mengalami penurunan. Total kargo yang dilayani Bandara H Asan Sampit selama periode Nataru 2025/2026 tercatat sebesar 28.702 kilogram, turun 14,34 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencapai 33.504 kilogram.
Kendati demikian, aktivitas kargo tertinggi terjadi pada 24 Desember 2025 (H-1), dengan total kargo kedatangan sebesar 2.037 kilogram dan kargo keberangkatan 567 kilogram, sehingga total mencapai 2.604 kilogram dalam satu hari.
Sebelumnya, Kepala Bandara H Asan Sampit Abdul Haris memaparkan, lonjakan penumpang dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya momentum libur sekolah, mobilitas karyawan perusahaan yang memanfaatkan libur akhir tahun untuk bepergian ke luar daerah, serta adanya penurunan harga tiket pesawat sebesar 13 persen yang merupakan kebijakan pemerintah pusat pada momen Nataru tahun ini.
Untuk rute penerbangan, Bandara H Asan Sampit masih melayani rute yang sama seperti tahun sebelumnya, yakni Sampit–Jakarta, Sampit–Surabaya, dan Sampit–Semarang. Dari ketiga rute tersebut, penerbangan Sampit–Surabaya menjadi yang paling diminati.
“Rute Sampit–Surabaya paling banyak penumpangnya. Rata-rata penerbangan full seat, sekitar 130 penumpang setiap penerbangan,” kata Abdul Haris.
Terkait operasional penerbangan, ia memastikan tidak ada kendala teknis pada pesawat selama periode Nataru. Namun, faktor cuaca sempat memengaruhi jadwal penerbangan.
“Kalau dari sisi teknis pesawat tidak ada masalah, alhamdulillah performa pesawat bagus semua. Dari segi cuaca memang ada pengaruh, sempat terjadi delay, tetapi tidak sampai ada pembatalan penerbangan,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









