BORNEONEWS, Palangka Raya - Awal tahun 2026, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, melaksanakan kunjungan cek lapangan langsung ke dua lokasi pasar strategis, sekaligus menggelar konsultasi dengan para pedagang.
Kegiatan ini bertujuan memahami kondisi aktual dan aspirasi masyarakat di lapangan, sebagai dasar perencanaan penataan yang inklusif dan berkelanjutan.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pasar Besar, salah satu pasar swasta terbesar di kota. Di sini, Fairid mengamati kondisi ruang lapak, sistem drainase, dan aksesibilitas yang masih membutuhkan peningkatan.
Ia juga mendengar keluhan pedagang terkait ketertiban lalu lintas di sekitar pasar dan ketersediaan fasilitas sanitasi, yang menjadi perhatian utama dalam penataan selanjutnya.
"Para pedagang menyampaikan aspirasi tentang kebutuhan ruang lapak yang lebih teratur, akses ke pembiayaan untuk meningkatkan usaha, dan penerapan sistem transaksi digital yang mudah," kata Fairid, Senin, 5 Januari 2025.
Ia juga menanggapi dengan komitmen untuk menyusun rencana penataan yang mempertimbangkan kepentingan pedagang, serta bekerja sama dengan pemilik Pasar Besar dan pihak terkait untuk mewujudkannya.
"Pihak pemerintah, melalui Dinas Perdagangan, akan menyusun rencana aksi terperinci yang mencakup perbaikan sarana prasarana, peningkatan ketertiban, dan sosialisasi program pendukung bagi pedagang," jelasnya.
Lanjutnya untuk Pasar Besar, akan dilakukan koordinasi intensif dengan pemilik swasta, sedangkan untuk pasar tradisional dekat pemerintah, akan dilakukan revitalisasi dengan dukungan anggaran daerah.
"Kegiatan cek lapangan dan konsultasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang efektif dalam mewujudkan pasar yang bersih, tertib, dan mendukung perekonomian masyarakat," tambahnya.
Dengan kerja sama antara pemerintah, pemilik pasar, dan pedagang, Palangka Raya diharapkannya memiliki pasar yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga sebagai ruang yang nyaman dan menguntungkan bagi semua pihak. (MARINI/R)









