BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kemunculan satwa berbahaya tidak hanya terjadi di rumah warga saja. Bahkan satwa tersebut juga bisa muncul di Masjid.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Dwi Agus Suhartono, Selasa, 6 Januari 2025 menjelaskan, evakuasi yang dilakukan anggotanya pada 4 Januari 2025 sore di Masjid Jami Nurul Huda Pangkalan Bun, Jalan Pangeran Antasari RT 02, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan.
"Saat itu anggota kami menerima laporan keberadaan ular di Masjid tersebut pukul 18.49 WIB dari seorang warga bernama Ruslan. Pelapor menyampaikan bahwa seekor ular masuk ke dalam area masjid saat dirinya sedang melakukan pembersihan," jelas Dwi Agus Suhartono.
Menurut Dwi Agus Suhartono, ular tersebut terlihat berada di belakang mimbar khutbah sehingga menimbulkan kekhawatiran jamaah dan warga sekitar.
"Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota piket Regu I segera bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 18.52 WIB. Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, anggota Damkar memastikan bahwa satwa tersebut merupakan ular sowo kopi atau dengan jama latin Coelognathus Flavolineatus dengan panjang kurang lebih satu meter," jelas Dwi Agus Suhartonom
Dwi Agus Suhartono menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan cepat, aman, dan sesuai prosedur animal rescue. Dalam waktu sekitar dua menit, petugas berhasil mengevakuasi ular tersebut dan mengamankannya ke dalam ember khusus.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melapor ke Damkar apabila menemukan satwa liar, khususnya di area fasilitas umum dan rumah ibadah. Jangan melakukan penanganan sendiri karena berisiko membahayakan keselamatan,” jelasnya. (WAHYU KRIDA/H)









