BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Kahayan dan kawasan Pasar Besar pada awal tahun ini, yang mengungkapkan kondisi genangan air masih terlihat di beberapa titik serta lapak pedagang yang semrawut.
Dalam sidak tersebut, ia menekankan pentingnya penanganan segera untuk meningkatkan kenyamanan, kebersihan, dan keamanan lingkungan pasar bagi pedagang dan masyarakat.
Selama sidak, Fairid Naparin yang didampingi sejumlah kepala dinas terkait meninjau sejumlah titik drainase yang dinilai tidak berfungsi optimal akibat tersumbat sampah dan tertutup bangunan semi permanen milik pedagang.
"Kondisi ini menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan air bahkan banjir, terutama saat curah hujan tinggi," katanya, Selasa, 6 Januari 2026.
Ia juga mendengar langsung aspirasi dan keluhan pedagang terkait kondisi pasar yang mempengaruhi aktivitas perdagangan mereka.
Fairid menjelaskan bahwa pemerintah kota akan melakukan pembenahan dan normalisasi drainase di kawasan pasar. Sebagai bagian dari program revitalisasi infrastruktur kota, telah direncanakan normalisasi drainase di berbagai titik rawan genangan guna mengurangi potensi banjir dan mendukung sistem sanitasi yang lebih sehat.
Selain perbaikan fisik, Fairid juga menegaskan akan melakukan penataan pedagang, termasuk mengatur aktivitas jual beli agar tidak menghambat aliran air di drainase.
"Kami akan melakukan pendataan terhadap pedagang yang beraktivitas di atas atau menutup saluran drainase, dan ke depan akan melarang aktivitas perdagangan di atas drainase serta melakukan penertiban secara bertahap," bebernya.
Ia mengimbau semua pihak, termasuk pedagang, untuk menjaga kebersihan dan tidak menutup saluran air.
Masalah genangan air di pasar tradisional Palangka Raya bukanlah masalah baru. Sebelumnya, warga di sekitar Pasar Besar juga pernah mengeluhkan limbah cair dari pasar ikan yang melewati drainase meluap dan menimbulkan bau menyengat akibat saluran yang mampet selama puluhan tahun.
"Pemerintah kota Palangka Raya berkomitmen menjadikan kawasan pasar sebagai ruang ekonomi yang bersih, aman, dan nyaman," tambahnya.
Melalui sidak ini, diharapkan Fairid tercipta kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas umum. Selain itu, pemko juga akan memperkuat layanan call center 112 untuk mempercepat respons terhadap kondisi darurat, termasuk bencana banjir. (MARINI/H)









