PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin telah memastikan bahwa berbagai upaya perbaikan terkait infrastruktur, sistem drainase, dan jalan di kawasan pasar tradisional sepanjang kota telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.

Kepastian ini menjadi bukti komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas fasilitas perdagangan yang menjadi tulang punggung perekonomian rakyat.

Menurut Fairid Naparin, perhatian terhadap pasar tradisional tidak hanya fokus pada struktur bangunan tempat usaha, tetapi juga mencakup seluruh komponen pendukung yang berpengaruh pada kelancaran aktivitas perdagangan.

Kondisi infrastruktur yang kurang optimal, drainase yang tidak berfungsi dengan baik, dan jalan yang rusak di beberapa kawasan pasar menjadi prioritas utama yang akan ditangani melalui anggaran tahun depan.

"Pasar tradisional bukan hanya tempat bertransaksi, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi infrastruktur, drainase, dan jalan yang baik akan memberikan dampak positif langsung bagi pedagang dan pembeli, mulai dari kenyamanan hingga keamanan dalam beraktivitas," ujarnya, Selasa, 6 Januari 2026.

Dalam penetapan APBD 2026, anggaran yang dialokasikan akan digunakan untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Untuk infrastruktur pasar meliputi perbaikan atap, lantai, dan bangunan penyimpan barang.

Sementara itu, sistem drainase akan direnovasi agar mampu menangani aliran air hujan dengan optimal dan mencegah genangan yang sering mengganggu aktivitas perdagangan.

Selain itu, jalan di sekitar dan dalam kawasan pasar juga akan diperbaiki untuk memudahkan akses kendaraan dan mengurangi kemacetan.

"Dengan perbaikan yang komprehensif ini, kita berharap pasar tradisional Palangka Raya dapat menjadi tempat usaha yang lebih menarik, efisien, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan," pungkas Wali Kota Fairid Naparin. (PATHUR/H)