KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kawasan pertigaan Jalan Tambun Bungai–Seroja, Kuala Kapuas, dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas di dalam kota. Kepadatan arus kendaraan serta kondisi persimpangan tanpa pengaturan khusus kerap memicu insiden, baik yang berujung kecelakaan maupun nyaris terjadi tabrakan.

Peristiwa terbaru terjadi pada Senin, 5 Januari 2026, ketika kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor dan sebuah mobil di persimpangan tersebut. Insiden itu kembali menegaskan tingginya risiko kecelakaan di kawasan yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Salah satu saksi mata di lokasi kejadian, Bai, menjelaskan kronologi awal insiden. Menurutnya, sepeda motor saat itu sedang berbelok di persimpangan, sementara mobil melaju lurus dari arah berlawanan.

“Pemotor belok, dan mobil di jalur lurus terus. Setelah itu pemotor terserempet mobil pas belok,” ucap Bai menginformasikan.

Warga sekitar mengakui bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Fahri, warga Kapuas yang kerap melintas di kawasan tersebut, menyebutkan bahwa kecelakaan maupun kejadian hampir celaka sering terjadi, meski tidak semuanya dilaporkan.

“Sudah sering banyak yang laka maupun hampir laka di situ, mungkin karena lalu lintas semakin padat,” ujarnya.

Merespons kondisi tersebut, Borneonews melakukan jajak pendapat terhadap warga Kapuas pada Selasa malam, 6 Januari 2026. Dari 42 responden yang berpartisipasi, sebanyak 85 persen menyatakan setuju dan menilai perlu adanya pemasangan traffic light di pertigaan Jalan Tambun Bungai–Seroja.

Namun demikian, respons warga tidak sepenuhnya seragam. Sebagian warga menilai persoalan kemacetan juga harus menjadi pertimbangan, mengingat sejumlah simpang di sekitar kawasan lainnya sudah padat kendaraan, seperti simpang empat Tambun Bungai–Teratai–Seroja dan simpang lainnya di dalam kota.

Ada pula warga yang menyoroti faktor kedisiplinan pengguna jalan. Menurut mereka, selain pengaturan lalu lintas, perilaku pengendara yang sering melintas sembarangan turut menjadi penyebab tingginya risiko kecelakaan di persimpangan tersebut.

"Kita pikirkan untuk kedepannya, kalo trafic light dipasang maka disitu akan mengurangi angka kecelakaan," tanggap Tawill, warga Kapuas.

Sementara itu, beberapa warga mengusulkan alternatif selain traffic light, seperti pengaturan ulang simpang atau dijadikan bundaran. Harapannya, dengan penataan yang tepat, angka kecelakaan dapat ditekan tanpa menimbulkan kemacetan panjang di ruas jalan yang relatif sempit. (SABRIANOOR/j)