BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mewaspadai ancaman banjir kiriman sebagai dampak cuaca ekstrem, beberapa waktu terakhir.
"Kami mewaspadai dan terus memantau kenaikan debit air Sungai Kahayan, Sungai Rungan dan Sungai Sebangau yang dapat berdampak banjir pada daerah rendah dan daerah sepanjang aliran sungai (DAS)," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya Heri Fauzi di Palangka Raya, Selasa, 6 Januari 2026.
Dia menjelaskan pemantauan tinggi air sungai ini dilakukan di sejumlah lokasi aliran sungai yang melintasi wilayah ibu kota Provinsi Kalteng itu.
"Melihat perkembangan cuaca di seluruh wilayah Kalteng, terutama di hulu tiga sungai yang melintasi wilayah Kota Palangka Raya ini, kami minta warga tetap waspada," katanya.
Saat ini, Tim BPBD Kota Palangka Raya juga melakukan pemantauan berkala dan memetakan potensi ancaman banjir serta penyiapan tempat strategis sebagai lokasi pusat evakuasi dan pengungsian saat rumah warga tak dapat dihuni karena banjir.
Pihaknya juga meminta masyarakat di bantaran sungai atau kawasan dataran rendah tidak meletakkan barang elektronik di lantai, untuk mengantisipasi bahaya jika banjir datang tiba-tiba.
Ia mengatakan banjir luapan sungai di Kota Palangka Raya terjadi pada Maret lalu, menyebabkan 21.097 warga atau 6.852 kepala keluarga terdampak. Selain itu, 3.892 rumah terdampak banjir tersebar di 16 kelurahan.
Biasanya, kenaikan debit air sungai terjadi di kawasan Jalan Anoi Kelurahan Palangka, Gang Mandau, Jalan Kalimantan Kelurahan Langkai, Jalan Riau, dan kawasan Rindang Banua.
"Kenaikan debit air Sungai Kahayan ini terjadi karena sejumlah wilayah Kalteng yang menjadi hulu sungai mulai diguyur hujan lebat. Kondisi ini ditambah dengan juga diguyurnya hujan di Kota Palangka Raya," kata dia.
BPBD Kota Palangka Raya juga terus berkoordinasi dengan BMKG guna memantau potensi perubahan cuaca di wilayah Kota Palangka Raya serta daerah lain di Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bentuk kesiapan pemerintah mengantisipasi banjir kiriman.









