BORNEONEWS, Sampit – Perayaan Hari Jadi Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ke-73 Tahun dimeriahkan dengan pertunjukan tari masal yang mengusung tema mengapai prestasi menebar inspirasi.
Tari masal tersebut diharapkan mampu tidak hanya memperingati Hari Jadi Kotim dengan meriah, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan serta melestarikan budaya lokal, sembari membangun semangat sinergi dan kolaborasi di kalangan generasi muda daerah tersebut.
Koordinator Tari Masal Hari Jadi ke-73 Kotim, Suyoso mengungkapkan tema tari tersebut menyesuaikan dengan tema hari jadi tahun ini yaitu bersinergi, kolaborasi untuk Kotim Harati.”
“Tema itu menyesuaikan dengan tema Hari Jadi Kotim ke-73, yaitu Bersinergi, kolaborasi untuk Kotim Harati yang diterjemahkan dengan generasi muda yang terinspirasi oleh bupati sehingga diparedekan," kata gkppKoordinator tari masal HUT Kotim ke-73, Suyoso, Rabu, 7 Januari 2025.
Tari masal ini melibatkan sebanyak 400 siswa tingkat SMP dari berbagai wilayah di Kotim. Persiapan dan pelaksanaan tarian merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur.
Salah satu keunikan dari tari masal ini adalah mengangkat unsur etnik Dayak, terutama menampilkan gerakan-gerakan tari seperti mandau dan bela diri khas Dayak, namun dimodernisasi agar lebih kontemporer dan menarik bagi generasi muda.
“Kontemporer Dayak itu diambil dari warna dan ornamennya, tetapi modelnya berbeda. Kemudian etniknya itu diwakili oleh penari dan model," terangnya.
Selain itu, dalam pertunjukan ini juga akan ditampilkan siswa-siswi berprestasi tingkat nasional dan internasional sebagai bagian dari pengakuan atas prestasi dan dedikasi mereka dan Bupati Kotim dari periode pertama yang menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah tersebut.
“Selain menampilkan siswa-siswi berprestasi juga Bupati dan Wakil Bupati Kotim dari periode pertama hingga periode Halikinnor dan Irawati," imbuhnya.
(DEVIANA/y)









