PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palangka Raya, Sri Ani Rintuh meminta Pemerintah Kota Palangka Raya untuk menyediakan program pelatihan wirausaha bagi masyarakat tidak mampu. 

Langkah ini diharapkan, dapat menjadi solusi untuk menekan kasus perkawinan dini yang seringkali dilakukan dengan dalih mengurangi beban keuangan keluarga.

Menurut Sri Ani, salah satu faktor utama yang menyebabkan perkawinan dini di wilayah Kota Palangka Raya adalah kondisi ekonomi keluarga yang kurang stabil. 

Banyak orang tua dari kalangan tidak mampu yang merasa terpaksa menikahkan anak mereka lebih awal dengan harapan dapat mengurangi jumlah tanggungan ekonomi di rumah.

"Kita perlu memberikan alternatif agar keluarga tidak harus memilih jalan yang salah untuk mengatasi kesulitan finansial," ujarnya, Rabu, 7 Januari 2026.

Menurutnya, pelatihan wirausaha yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi lokal dapat membantu masyarakat tidak mampu untuk memiliki sumber penghasilan sendiri.

Beberapa bidang usaha yang dapat dikembangkan antara lain kerajinan tangan, pertanian kecil, usaha kuliner sederhana, atau jasa yang mudah dipelajari dan tidak membutuhkan modal besar. 

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan keluarga sehingga tidak lagi melihat perkawinan dini sebagai solusi ekonomi.

Sri Ani juga menekankan bahwa program pelatihan tersebut perlu disertai dengan pendampingan berkelanjutan dan akses terhadap modal usaha yang terjangkau. Pemerintah kota dapat bekerja sama dengan lembaga keuangan mikro atau organisasi masyarakat untuk menyediakan bantuan modal serta pembinaan bagi peserta pelatihan. 

Selain itu, perlu juga adanya sosialisasi yang masif agar masyarakat mengetahui dan dapat mengakses program ini dengan mudah.

"Pelatihan wirausaha bukan hanya akan membantu mengatasi masalah ekonomi, tetapi juga dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Kota Palangka Raya," jelas Sri Ani.

Ia menambahkan bahwa dengan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, risiko anak-anak terpaksa menikah di usia dini akan berkurang secara signifikan.

Ia berharap Pemerintah Kota Palangka Raya dapat segera merespons usulan ini dan menyusun rancangan program pelatihan wirausaha yang terarah serta terencana dengan baik. 

"Setiap langkah yang kita lakukan untuk memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat adalah investasi untuk melindungi masa depan anak-anak kita dari perkawinan dini," pungkasnya. (MARINI/j)