SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyampaikan enam pesan penting pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pesan tersebut menjadi arahan strategis bagi pemerintah daerah dalam melanjutkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Saya memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur atas berbagai progres pembangunan yang telah dicapai,” ujar Plt Sekda Kalteng Leonard S Ampung mewakili Gubernur dalam acara Hasupa Hasundau Hari Jadi ke-73 Kotim, Rabu, 7 Januari 2026.

Melalui momentum hari jadi ini, Gubernur berharap semangat seluruh elemen daerah semakin meningkat untuk bekerja lebih keras, lebih kompak, dan bersinergi dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Adapun enam pesan Gubernur Kalteng untuk Kotim tersebut yaitu pertama, pemerintah daerah diminta tidak cepat berpuas diri. Evaluasi, perbaikan berkelanjutan, serta inovasi baru harus terus dilakukan agar pembangunan berjalan adaptif dan berkelanjutan.

Kedua, fokus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, pendidikan, dan layanan dasar lainnya yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ketiga, menyelaraskan seluruh kebijakan daerah dengan ASTA CITA serta Visi Misi Kalteng Berkah, Kalteng Maju. Menurutnya, keselarasan program dari pusat hingga desa akan membuat pembangunan lebih optimal dan berdampak luas. Pemerintah Provinsi Kalteng juga menegaskan komitmen mendukung pembangunan Kotim melalui Program Prioritas Huma Betang yang direncanakan mulai berjalan pada 2026.

Keempat, memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, terutama menghadapi potensi banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Gubernur mengingatkan bahwa berdasarkan informasi BMKG, saat ini sejumlah wilayah di Kalteng menghadapi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi.

Kelima, mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menggali dan mengelola potensi daerah secara maksimal guna memperkuat kemandirian fiskal.

Keenam, menjaga dan merawat kerukunan, keharmonisan, serta persatuan masyarakat sesuai dengan falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat, sebagai fondasi utama dalam membangun daerah yang damai dan sejahtera.

"Mari bekerja bersama, merangkul semua pihak, untuk membangun Kotim dan Kalteng yang semakin berkah, maju, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)